Sabtu, 20 Desember 2014

Kejari instruksikan penangkapan Kabid Bina Marga Bekasi

| 1.554 Views
id kasus korupsi, korupsi bekasi, kabid bina marga bekasi, bagas subarnowo, kejari bekasi, korupsi proyek bantargebang
Instruksinya tangkap segera Bagus Subarnowo
Bekasi (ANTARA News) - Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Jawa Barat, menginstruksikan jajarannya untuk segera menangkap Kepala Bidang Bina Marga setempat, Bagas Subarnowo (51), atas tuduhan korupsi.

"Kami sudah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali, namun yang bersangkutan selalu mangkir dengan alasan sakit dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit swasta, sehingga dilakukan penangguhan penahanan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bekasi, Irnensif di Bekasi, Senin.

Menurut dia, Bagas terbukti terlibat dalam perkara korupsi dana kompensasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang tahun 2002.

Sebelumnya, dua pejabat Pemkot Bekasi, Wahyu Mulyana bin Muhammad Hanan (54) mantan Sekretaris Camat Bekasi Utara dan Bagas terlibat perkara korupsi dana kompensasi TPST Bantargebang tahun 2002.

Dua orang tersebut sempat mengajukan kasasi namun ditolak oleh Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Tingkat Banding yang menghukum kedua terdakwa dua tahun penjara.

Dalam amar putusan bernomor 145K/Pid.Sus/2009 Majelis Hakim Agung pimpinan, Moegihardjo dengan hakim anggota Suardi SH dan Komariah E Sapardjaja, menolak permohonan kasasi dan menghukum kedua terdakwa.

Majelis hakim menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai pasal 2 ayat 1 dan pasal 17 Undang-Undang No 31/1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20/2001 jo pasal 64 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Irnensif mengatakan, ia sudah mengelar rapat dengan seluruh anak buahnya di Kantor Kejaksaan Negeri Bekasi dan menginstruksikan mereka untuk segera melakukan penangkapan terhadap Bagus.

"Instruksinya tangkap segera Bagus Subarnowo," ujar Irnensif yang menyebutkan negara telah dirugikan Rp1,3 miliar lebih akibat kasus tersebut.

(KR-AFR) 

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga