Jumat, 31 Oktober 2014

Linda: masih banyak masalah perempuan pekerja migran

| 2.462 Views
id pekerja migran, perempuan pekerja migran, linda gumelar
Linda: masih banyak masalah perempuan pekerja migran
Linda Amalia Sari Gumelar (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
Tidak kalah pentingnya adalah permasalahan sosial sebagai akibat bekerja ke luar negeri, yaitu kemampuan keluarga dalam mengolah ekonomi hasil bekerja di luar negeri, masalah keretakan keluarga, dan kenakalan anak-anak."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, masih banyak permasalahan yang dialami perempuan pekerja migran.

"Masih ada banyak permasalahan yang dialami perempuan pekerja migran," kata Linda Amalia Sari Gumelar di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, gambaran permasalahan yang dialami perempuan pekerja migran di antaranya yang paling menonjol adalah pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian kerja, gaji tidak dibayar, dokumen tidak lengkap, mengalami penganiayaan, pelecehan seksual, perkosaan, PHK sepihak, dan lain-lain.

"Tidak kalah pentingnya adalah permasalahan sosial sebagai akibat bekerja ke luar negeri, yaitu kemampuan keluarga dalam mengolah ekonomi hasil bekerja di luar negeri, masalah keretakan keluarga, dan kenakalan anak-anak," katanya.

Menteri menjelaskan, bukan�hanya permasalahan keluarga yang ditinggalkan namun ada masalah lain salah satunya keluarga pekerja Indonesia di luar negeri yang turut serta berada di negara tujuan,

"Yang harus pula menjadi perhatian kita adalah keluarga pekerja Indonesia di luar negeri yang turut serta berada di negara tujuan seperti masalah pendidikan anak-anak, masalah akte kelahiran, masalah kependudukan dan lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, Linda menekankan bahwa Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen yang kuat dalam melindungi warga negaranya yang bekerja di luar negeri.

"Hal ini ditunjukkan dengan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan terkait ketenagakerjaan selalu dibenahi dan disempurnakan, program-program dan kegiatan yang disusun semakin difokuskan untuk memberikan perlindungan," katanya.

Selain itu pemberdayaan dan penguatan juga terus dipertajam serta kesepakatan bilateral antar kedua negara dilakukan sampai dengan pembentukan Satuan Tugas Perlindungan Tenaga Kerja di Luar negeri.

"Yang terkini adalah diratifikasinya Konvensi PBB 1990 tentang Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya," katanya. (W004/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga