Minggu, 21 Desember 2014

KADIN setuju TDL naik sekaligus

| 1.740 Views
id listrik, kenaikan tdl, kadin, wakil ketua kadin, Natsir Mansyur
KADIN setuju TDL naik sekaligus
Natsir Mansyur (FOTO ANTARA/ Dhoni Setiawan)
Naikkan saja sekaligus, kita pengusaha sudah setuju berapapun kenaikannya, tidak usah dicicil dalam kurun waktu tertentu,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Natsir Mansyur mengatakan para pengusaha menyetujui rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per Januari 2013, namun kenaikannya sekaligus, bukan bertahap seperti diwacanakan.

"Naikkan saja sekaligus, kita pengusaha sudah setuju berapapun kenaikannya, tidak usah dicicil dalam kurun waktu tertentu," katanya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kenaikan tarif listrik secara bertahap akan membuat dunia usaha harus berkali-kali melakukan kalkulasi terkait biaya produksi yang ditimbulkan.

"Kalau (tarifnya) dinaikkan sekali, tinggal dilakukan rembuk bersama untuk menghitung biaya yang diperlukan, tapi jangan dinaikkan lagi sampai 2--4 tahun kemudian," katanya.

Dia menambahkan, penyesuaian harga produksi pasti dilakukan dengan mekanismenya akan dibebankan kepada konsumen dengan menaikkan harga jual.

Terkait besaran kenaikan sebesar 15 persen dari tarif saat ini, Natsir mengatakan pihak pengusaha sebetulnya tidak mempermasalahkan hal itu karena berapapun kenaikannya, maka biaya produksi pasti akan menyesuaikan.

"Mau dinaikkan berapa pun tidak masalah, kenaikan itu kan demi merelokasi subsidi yang selama ini tidak tepat sasaran, kita justru mendorong pemerintah untuk menghapus subsidi yang terlalu membebani APBN itu supaya dananya bisa untuk membangun infrastruktur," katanya.

Menurut dia, dana subsidi yang nantinya dialokasikan untuk infrastruktur itu justru akan menggerakkan perekonomian lebih cepat lagi.

Pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 persen per 1 Januari 2013 dengan sasaran utamanya adalah pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 watt dan industri.

Dengan kenaikan tarif listrik 15 persen tersebut, Kementerian ESDM memperkirakan akan tersedia dana untuk melayani sekitar 2,9 juta calon pelanggan rumah tangga baru di pedesaan yang telah mengajukan pemasangan sambungan listrik.

Rencana yang diajukan pemerintah tersebut telah mendapat persetujuan Komisi VII DPR yang membawahi bidang energi yang juga menyepakati besaran subsidi listrik tahun berjalan 2013 sebesar Rp 78,63 triliun.
(P012/E011)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga