Selasa, 2 September 2014

Copet beraksi di acara pelantikan Jokowi-Ahok

Senin, 15 Oktober 2012 11:35 WIB | 2.238 Views
Copet beraksi di acara pelantikan Jokowi-Ahok
ILUSTRASI (ist)
Jakarta (ANTARA News) - Ribuan personil gabungan disiagakan di areal kedua gedung sejak Senin pagi. Personil gabungan terdiri dari aparat kepolisiann, Satpol PP DKI dan TNI AL.

Namun, pengamanan ketat tersebut tidak mampu mencegah pencopet melakukan aksinya saat menjelang pelantikan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Basuki) menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Seorang kameramen televisi swasta kehilangan telpon seluler saat menggambil gambar suasana pelantikan di luar gedung dewan yang

Kasus pencopetan tersebut sudah dilaporkan ke petugas pengamanan dalam (pamdal) DPRD DKI Jakarta.

Suasana gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Balaikota DKI, Senin (15/10) pagi memang sangat ramai. Ribuan orang berdesakan untuk menyaksikan langsung acara pelantikan gubernur dan wakil gubernur DKI terpilih.

Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Hendro Pandowo mengatakan, aparat gabungan yang dikerahkan sebanyak 2.195 personil telah disiagakan di tiga ring utama sejak tadi pagi.

Ring pertama di halaman gedung DPRD DKI dan Balaikota DKI, ring kedua di luar ruangan Rapat Paripurna dan dalam gedung DPRD DKI dan ring ketiga di dalam ruang Rapat Paripurna DPRD DKI.

"Aparat gabungan yang disiagakan siap mengamankan acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Untuk sistem buka tutup jalan jalan raya menuju dan di Jalan Kebon Sirih juga diberlakukan saat ini," ujarnya.

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Mangara Pardede mengungkapkan, selain menyiagakan sebanyak 2.195 aparat keamanan gabungan, pihaknya juga mendapatkan bantuan personil keamanan dari TNI sebanyak 805 personel.

"Jadi total petugas yang mengamankan acara pelantikan berjumlah tiga ribu orang," kata Mangara.

Namun, ungkap Mangara, tidak berarti dengan banyaknya jumlah personel pengamanan, para tamu undangan dan pengunjung serta media massa yang meliput boleh lengah begitu saja.  Sehingga membuka peluang terjadinya aksi kejahatan.

"Kami juga minta kerja sama para tamu undangan, pendukung Jokowi dan wartawan agar meningkatkan kewaspadaan. Sehingga tidak menjadi korban kejahatan seperti aksi copet, mengingat banyaknya orang yang datang ke gedung DPRD," ujarnya.
(ANT/306)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga