Jumat, 24 Oktober 2014

Biaya transportasi laut picu harga

| 1.833 Views
id biaya transportasi, transportasi laut, harga barang, distribusi barang
Biaya transportasi laut picu harga
Ilustrasi - Transportasi laut. (FOTO ANTARA/Irwansyah Putra)
Infrastruktur yang membuat belum meratanya sistem distribusi ini merupakan dampak dari jaringan distribusi yang belum tertata dengan baik.
Ternate (ANTARA News) - Sejumlah pengamat menilai distribusi barang yang masuk ke Maluku Utara (Malut) melalui transportasi laut dinilai sebagai pemicu mahalnya harga barang di daerah ini.

"Minimnya pembenahan infastruktur adalah masalah utama distribusi barang di Malut, terutama melalui transportasi laut, akibatnya, harga barang menjadi sangat mahal," kata Pengamat ekonomi dari Universitas Khairun Ternate, Hasbi Yusuf mengatakan di Ternate, Selasa.

Infrastruktur yang membuat belum meratanya sistem distribusi ini merupakan dampak dari jaringan distribusi yang belum tertata dengan baik. Selain itu, kurangnya infrastruktur di Malut juga belum dikelola secara integrasi, efektif dan efisien, mulai dari infrastruktur kepelabuhanan, pergudangan hingga transportasi.

Menurut Hasbi, bukan soal barang, tetapi harga barang. Inilah soal yang harus diseriusi oleh pemerintah, apalagi dari data ini menunjukkan sekitar 60 persen pengeluaran masyarakat desa untuk bahan makanan, artinya, kita punya masalah dengan distribusi barang.

Oleh karena itu, menurut Hasbi pemerintah daerah harus perbaiki infrastruktur transportasi agar distribusi barang menjadi lebih lancar, konsumen menjadi lebih mudah mendapatkan dan stabilitas harga pun terjaga.

Pemerintah kabupaten/kota di Malut juga sedini mungkin menyiapkan langkah strategis dalam mengantisipasi kemungkinan gejolak harga Sembilan bahan pokok (sembako) di pasar, menyusul adanya cuaca buruk dalam dua pekan terakhir.

"Karena ada kekhawatiran cuaca ekstrim yang bisa saja sewaktu-waktu memengaruhi harga sembako di pasaran, karena cuaca yang tidak menentu saat ini, sangat berpengaruh terhadap lalu lintas transportasi angkutan barang dari dan ke Malut," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Pemkot Ternate, Gazali Syamsia ketika dikonfirmasi menyatakan, saat ini pihaknya sudah harus mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim dengan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat terkait lonjakan harga.

"Gejolak harga ini bukan saja terjadi di Kota Ternate, tapi dari pusat hingga daerah mengalami gejolak harga berbagai sembako, menyusul kondisi cuaca yang saat ini kian tidak menentu," katanya.

Menyinggung soal ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Gazali masih cukup tersedia, seperti beras, gula, terigu, kacang tanah, dan kacang hijau di agen/distributor Firma Agung, Semarak, maupun UD Bawang Mas.

(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga