Sabtu, 1 November 2014

Afrika Selatan mitra ekonomi Indonesia jangka panjang

| 4.300 Views
id menteri perdagangan, gita wirjawan, afrika selatan, pasar nontradisional, pasar ekspor
Afrika Selatan mitra ekonomi Indonesia jangka panjang
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (ANTARA)
Observasi kita adalah bahwa Afrika Selatan merupakan pasar non-tradisional yang perlu kita rangkul..
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan bahwa Afrika Selatan telah menjadi pasar non-tradisional produk-produk nasional yang harus terus ditingkatkan untuk menjadi mitra ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

"Observasi kita adalah bahwa Afrika Selatan merupakan pasar non-tradisional yang perlu kita rangkul sebagai salah satu mitra utama kita di Benua Afrika," kata Gita dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Menurut Gita, dengan jumlah penduduk sekitar 48,8 juta jiwa, 65,8 persen di antaranya berada pada kisaran usia 15 sampai 64 tahun serta peran yang dimainkannya dalam konteks regional maupun internasional, Afrika Selatan dapat menjadi mitra dagang Indonesia.

Ia menjelaskan, saat ini total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Afrika Selatan pada tahun 2011 mencapai 2,14 miliar dolar AS atau naik sebesar 78,93 persen, dari 1,19 miliar dolar AS pada tahun 2010.

Ekspor Indonesia ke Afrika Selatan mencapai 1,43 miliar dolar AS, melonjak 111 persen dari tahun 2010 yang tercatat senilai 680 juta dolar AS.

Dengan begitu, angka tersebut menempatkan Afrika Selatan sebagai negara tujuan ekspor ke-23 terbesar bagi Indonesia pada tahun 2011.

Sementara itu impor Indonesia dari Afrika Selatan pada tahun 2011 tercatat sebesar 705 juta dolar AS atau meningkat 36,62 persen dari tahun 2010 yang tercatat senilai 516 juta dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Afrika Selatan meliputi minyak sawit dan turunannya, karet, mobil termasuk station wagon, dan kertas.

Sementara itu, komoditas impor utama dari Afrika Selatan adalah chemicals, wood pulp, ferrous waste dan scrap, unwrought aluminium, cane atau beet sugar dan chemically pure sucrose dan kapas.

Meski nilai perdagangan terus meningkat, namun kedua negara sepakat untuk memperhatikan sejumlah hal seperti akses pasar ke Afrika Selatan yang dihadang tingkat tarif relatif tinggi, pengaturan impor produk holtikultura oleh Indonesia.

Selain itu juga meningkatkan kerja sama promosi perdagangan dan investasi, mempelajari pengembangan disain dan uji mutu perhiasan dari batu berharga, kerja sama UKM, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus seperti Batam.

"Kita masih perlu meningkatkan kontak tidak saja pada tingkat pemerintahan tetapi juga di antara pelaku bisnis kedua negara. Kita menyambut baik prakarsa KADIN Indonesia untuk mulai meningkatkan kontak dengan rekannya dari Afrika Selatan yang perlu ditindaklanjuti secara reguler," ujar Mendag.

(R017/R010)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga