Selasa, 2 September 2014

Jus rumput laut "Negeri Pelangi"

Jumat, 19 Oktober 2012 10:02 WIB | 3.787 Views
Jus rumput laut
Jus rumput laut "Negeri Pelangi" produksi kabupaten Belitung Timur. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Gantung (ANTARA News) - Sebaskom rumput laut direndam di sebuah rumah produksi di kecamatan Gantung, Belitung Timur. Kabupaten yang dipimpin oleh Basuri Tjahaja Purnama, adik Basuki Tjahaja Purnama itu sudah dua bulan mengembangkan pengolahan jus rumput laut.

Di bawah binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Belitung Timur, Sri Yuniarsih adalah satu-satunya orang yang membuat jus rumput laut.

Rumput laut kering dipilih karena sudah diolah, kadar garamnya sudah berkurang sehingga tidak perlu dicuci terlalu sering.

Untuk membuat jus rumput laut, bahan yang diperlukan adalah rumput laut kering, gula pasir putih, pengental, dan perisa melon, leci, serta stroberi.

Satu ons rumput laut kering yang yang direndam air dapat mengembang menjadi satu kilogram. Dalam satu kali produksi, kata Sri, dia butuh 3,5 kg rumput laut yang sudah direndam air dan 7kg gula pasir.

Rumput laut kering yang didapat dari Tanjung Kelumpang itu dicuci bersih sebanyak tiga kali untuk menghilangkan bau karang yang melekat. Setelah bersih, rumput laut tersebut direndam dalam sebaskom air sepanjang hari.

Setelah mengembang dan melunak, rumput laut dipotong-potong dengan pisau dan diblender bersama air secukupnya hingga hancur dan teksturnya halus.

Hasil blender itu dimasukkan dalam panci besar berisi air mendidih yang sudah dicampur gula serta pengental. Cairan tersebut dimasak lagi selama tiga jam.

Setelah itu, larutan rumput laut itu disaring dan dipisah dalam tiga wadah berbeda. Masing-masing wadah diberi perisa berbeda. Setelah mendingin, jus itu dimasukkan ke dalam botol 250ml. Lalu, tiap botol ditempeli stiker label bernama "Negeri Pelangi".

Dalam sehari, Sri dapat menghasilkan 225 botol jus rumput laut "Negeri Pelangi". Minuman itu saat ini baru dipasarkan di kecamatan Manggar dan Gantung di Belitung Timur ke pertokoan, rumah makan, hotel, dan juga kantor pemerintah daerah.

"Rencana memasarkan ke tempat lain pasti ada. Di Tanjung Pandan juga ada tapi belum semua tempat. Di bandara juga dijual."

Harga per botolnya adalah Rp3.000, namun harga itu dapat berbeda saat mencapai toko.

"Kita jualnya Rp3.000 kalau di toko ya terserah mereka ambil untungnya berapa, ada juga yang jual Rp5.000 mungkin karena dipajang di showcase."

Selain memproduksi jus yang disebut bermanfaat untuk panas dalam, Sri juga sedang mempersiapkan produksi manisan dan sirup rumput laut.

"Tapi masih ujicoba, belum dijual," pungkas dia.

(nan)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga