Sabtu, 25 Oktober 2014

Peruri akan segera produksi kertas uang

| 1.892 Views
id produksi uang kertas, peruri, dirut peruri, Harry Sukandis
Ke depannya, Peruri melihat mengapa kita selalu impor kertas terus. Lebih baik kita memproduksi kertas di dalam negeri,"
Jakarta (ANTARA News) - Perum Peruri berencana memproduksi kertas sekaligus mencetak kertas uang dengan nilai yang memiliki sekuriti tinggi agar dapat disejajarkan dengan pabrik luar negeri.

Menurut Direktur Utama Peruri, Harry Sukandis, selama ini Bank Indonesia mengimpor kertas yang selanjutnya diserahkan ke perusahaan untuk keperluan percetakan uang kertas. Ke depannya, Peruri berencana untuk memproduksi kertas.

"Ke depannya, Peruri melihat mengapa kita selalu impor kertas terus. Lebih baik kita memproduksi kertas di dalam negeri," ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Untuk merealisasikannya, Peruri akan bekerja sama dengan lembaga yang dulu bergerak di industri selulosa guna mengkaji tanaman di Indonesia yang cocok untuk kertas uang. Setelah berhasil memproduksi kertas, selanjutnya Peruri mulai membuat kertas untuk paspor pada 2015, kemudian uang kertas yang memiliki sekuriti tinggi pada pertengahan 2016.

"Kalau sekuriti dengan kualitas yang rendah, saya tidak akan terlalu fokus," ujarnya.

Perusahaan optimistis pada tahun ini dapat mencatatkan laba bersih sebesar Rp100 miliar, dengan pendapatan rata-rata Rp1 triliun hingga Rp1 triliun. Memang, perusahaan sempat mengalami permasalahan karena dalam empat bulan Peruri tidak bisa memproduksi karena belum mendapatkan kertas dari BI.

"Masalahnya ada di BI bukan di kita. Memang bisnis sekuriti ini adalah limit yang terbatas, karena perusahaan seperti ini juga terbatas," ungkapnya.

Menyoal rencana akuisisi PT Kertas Padalarang Persero, ia mengakui Kertas Padalarang memiliki keunggulan, salah satunya air yang berasal mata air. Sebab, industri kertas yang diutamakan adalah air.

"Air merupakan hal utama karena dalam memproses `pulp` itu membutuhkan banyak air. Nah, air di Padalarang itu dari mata air," urainya.

Ia menilai, sumber air di Kertas Padalarang cukup menguntungkan perusahaan sebab jauh lebih baik dibandingkan perusahaan harus mengelola sendiri menggunakan Sungai Citarum, kemudian harus dibersihkan kembali.

"Nah, di sini yang dibutuhkan adalah air yang jernih. Itu berasal dari mata air," paparnya.
(KR-SSB/B012)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga