Rabu, 22 Oktober 2014

Gelas kopi dalam batik Belitung Timur

| 3.198 Views
id batik, batik tulis, batik cap, batik belitung, museum tekstil, batik kopi, batik gelas kopi, batik belitung timur, motif batik, motif batik unik, sai
Gelas kopi dalam batik Belitung Timur
Batik bermotif gelas kopi buatan ibu PKK di Belitung Timur sebagai simbol kecamatan Manggar yang dijuluki Kota 1001 Warung Kopi. (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Gantong, Belitung Timur (ANTARA News) - Kain-kain batik membentang membentuk tirai warna-warni di anjungan yang berada di sebelah kediaman ibunda  Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, di Gantong, Belitung Timur

Beberapa ibu PKK di tempat itu sedang membuat batik khas Belitung. Termasuk di antaranya, dr.Linda Julistiani, istri Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama  Basuri adalah adik kandung Basuki.

"Ibu-ibu PKK dari tujuh kecamatan Belitung Timur dikumpulkan untuk membuat batik," kata Linda.

Gelas kopi yang asapnya mengepul menjadi salah satu motif buatan khas Belitung Timur.

"Manggar kan disebut kota 1001 warung kopi, jadi dibuat gambar gelas kopi," kata Erik, pengajar sekaligus pendesain batik Belitung.

Selain Erik, Linda juga menyumbang desain binatang laut karena Belitung terkenal dengan hasil lautnya. Dia juga menambahkan gambar beberapa lengkungan setengah lingkaran sebagai lambang pelangi.

"Bapak (Basuri) minta ada sejuta pelangi, jadi saya gambar ini," kata perempuan yang tinggal di daerah tempat syuting film Laskar Pelangi.

Tidak hanya itu, motif yang digadang-gadangkan Belitung sebagai khas pulau itu adalah katis rambai (daun pepaya yang buahnya kecil menjuntai), kupu-kupu di daun simpor, dan ikan air tawar Cempedik yang disebut hanya ada di Belitung.

Kesenian membatik di pulau yang terkenal dengan kekayaan timahnya itu baru berjalan empat bulan.

"Masih seumur jagung ya, tapi kita usahakan biar cepat proses dan pemasarannya."

Batik yang dilukis dan dicap di kain katun, semi sutra, dan serat nanas itu memang belum dipasarkan meluas, baru di Belitung saja.

Pasar mancanegara dijangkau dengan menjual kepada para wisatawan asing yang berkunjung ke sana. Ajang Sail Morotai di mana para peserta dari berbagai negara seperti Inggris dan Australia singgah menjadi kesempatan bagi Belitung untuk memperkenalkan batiknya.

Para ibu PKK bahu membahu menyelesaikan satu demi satu batik, baik cap maupun tulis, sebagai cenderamata untuk para wisatawan itu.

Belitung Timur tidak hanya berambisi untuk mengembangkan batik, kata Linda, tenun pun sudah ada dalam daftar rencana.

"Mau ngadain tenun juga, cuma untuk sementara karena batik belum pernah sama sekali, jadi cari yang mudah," kata ipar Ahok itu.

(nan)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga