Kamis, 19 Oktober 2017

Stop beri makan monyet ekor panjang

| 10.819 Views
Stop beri makan monyet ekor panjang
Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) (ANTARA/Idhad Zakaria)
... tetapi bukan berarti jenis primata ini menjadi satwa yang terpinggirkan dan tidak ada yang memperdulikan... "
Jakarta (ANTARA News) - Koordinator Program Mitigasi Konflik Monyet ekor panjang International Animal Rescue Indonesia, Diaz Pusparini, mengajak masyarakat sekitar kawasan Hutan Angke Kapuk Jakarta berhenti memberi makan hewan itu untuk menghindari menjadi agresif.

"Mereka akan merebut makanan dari pengunjung dan akan mencari makanan dari permukiman terdekat," kata Pusparini, di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan perilaku dengan memberi makan monyet ekor panjang akan membuat mereka kehilangan keterampilan untuk bertahan hidup mencari makan dialam.

Paling fatal adalah risiko tertabrak kendaraan apabila menunggu disepanjang pinggir jalan untuk mendapatkan makanan.

Menurut dia, kalau masyarakat terbiasa memberi makan kepada Monyet ekor panjang akan berakibat kepada kematian.

Diaz mengatakan bahwa Hutan Angke Kapuk adalah kawasan hutan alami terakhir di Jakarta yang juga merupakan habitat Monyet ekor Panjang dan lebih dari 100 jenis burung.

Pada 2011 terdapat 147 ekor Monyet ekor panjang dari lima kelompok besar yang tinggal di kawasan Hutan Angke Kapuk Jakarta sudah terbiasa dan tinggal berdampingan dengan warga sekitar kawasan.

Ia menjelaskan Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) adalah salah satu jenis primata yang masih belum dilindungi di Indonesia.

Ada banyak kriteria suatu jenis satwa dikatergorikan satwa dilindungi oleh sebuah negara salah satunya karena angka keterancaman punah dan berdasarkan populasi yang semakin menipis di alam.

"Mungkin memang monyet ekor panjang di beberapa daerah masih mudah ditemui tetapi bukan berarti jenis primata ini menjadi satwa yang terpinggirkan dan tidak ada yang memperdulikan," ujar dia.

(A063/A025)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca