Kamis, 28 Agustus 2014

Masyarakat Wakatobi butuh modal

Rabu, 24 Oktober 2012 08:40 WIB | 1.839 Views
Masyarakat Wakatobi butuh modal
Seorang petani mengangkut hasil panen rumput lautnya di Kampung Liya, Wangi-wangi, Kaupatenb Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Senin (28/3). Beberpa panen terakhir hasil panen rumput laut menurun akibat cuaca buruk dan petani mengharapakan agar panen tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. (ANTARA/Zabur Karuru)
Kendari (ANTARA News) - Masyarakat Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini membutuhkan modal kerja untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif, terutama budidaya rumput laut yang potensinya di kabupaten tersebut cukup besar.

"Saya baru kembali dari Wakatobi, melakukan reses menjaring aspirasi masyarakat di wilayah kabupaten tersebut," kata anggota DPRD Sultra, Nursalam Lada di Kendari, Rabu.

Dalam setiap kesempatan tatap muka dengan warga di sejumlah kecamatan di Wakatobi, rata-rata warga mengaku kesulitan modal kerja untuk mengembangkan usaha budidaya rumput.

Padahal ujarnya, potensi rumput laut di wilayah tersebut cukup besar, yakni diperkirakan bisa mencapai 9.000 ton per tahun.

Namun dari potensi tersebut yang bisa dimanfaatkan masyarakat baru sekitar 4.000 ton per tahun akibat keterbatan modal kerja.

"Untuk membudidayakan rumput laut yang bisa menghasilkan produksi 1,5 ton sampai 2 ton setiap kali panen, para petani membutuhkan modal kerja antara Rp5 juta hingga Rp10 juta," katanya.

Menurut dia dengan modal kerja tersebut satu petani rumput laut bisa memperoleh pendapatan antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta sekali panen.

"Dalam setahun, petani bisa panen lima sampai enam kali, karena masa pemeliharaan rumput laut hanya butuh waktu waktu 45 hari sampai 50 hari," katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Wakatobi, Nursalam mengaku berkewajiban mmperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut, sehingga bisa memperoleh porsi anggaran dalam APBD Sultra 2013 nanti.

Menurut dia, pada kesempatan reses tersebut, secara umum masyarakat Wakatobi meminta pengalokasian dana pembangunan dari APBD Sultra di kabupaten tersebut secara proporsional.

"Selama ini masyarakat Wakatobi merasa tidak mendapatkan porsi anggaran yang adil dari pemerintah provinsi Sultra sehingga daerah itu masih jauh tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain di Sultra," katanya.
(SO32)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga