Sabtu, 25 Oktober 2014

Tawaran bisnis sosial dari peraih Nobel Muhammad Yunus

| 4.008 Views
id bisnis sosial, grameen bank, muhammad yunus, kewiraswastaan sosial, kewirausahaan sosial, grameen bangladesh
Tawaran bisnis sosial dari  peraih Nobel Muhammad Yunus
Pendiri Grameen Bank sekaligus peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Bangladesh, Muhammad Yunus, menyampaikan pendapatnya saat diskusi di Jakarta, Rabu (24/10). Diskusi tersebut menyoroti peran kewirausahaan sosial guna mengurangi kemiskinan. (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - Praktik Bisnis Sosial yang bertujuan memberdayakan masyarakat miskin dan mendorong pertumbuhan ekonomi merupakan tindakan pilihan bagi para pengusaha, demikian disampaikan pendiri Grameen Bank, Muhammad Yunus.

"Jika Anda ingin membantu orang menyelesaikan masalah, Anda dapat melakukannya dengan cara ini. Ini (bisnis sosial) bukan sesuatu yang saya katakan Anda harus melakukannya," kata Yunus selepas kuliah umum "Peran Kewiraswastaan Sosial dalam Konteks Pengentasan Kemiskinan" di Jakarta, Rabu.

Yunus mengatakan bisnis sosial dapat dipraktikkan di semua sektor bisnis di Indonesia karena masyarakat Indonesia mempunyai kreativitas untuk ciptakan bisnis sosial.

"Saya melakukan bisnis perbankan yang menguntungkan dan ditujukan kepada orang miskin. Keuntungan itu untuk mereka (orang miskin) bukan untuk saya," katanya.

Namun, Yunus menyatakan proses menjalankan bisnis sosial tidak semudah ketika mendiskusikannya dalam berbagai forum-forum bisnis karena pelaku bisnis sosial akan menghadapi tantangan.

"Ini (bisnis sosial) adalah proses belajar. Ide adalah satu hal, tapi aplikasi (ide) itu yang utama," kata peraih nobel perdamaian pada 2006 itu.

Yunus menekankan proses perbaikan sistem dalam bisnis sosial agar bisnis itu terus berjalan dan memberi keuntungan bagi masyarakat miskin meski tidak lagi disuntik modal oleh pendirinya.

Muhammad Yunus mulai menerapkan konsep bisnis sosial di Grameen Bank Bangladesh pada 1976 dengan menyalurkan kredit mikro tanpa ke masyarakat miskin yang digunakan sebagai modal usaha kecil.

(I026)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga