Kamis, 2 Oktober 2014

Berkurban adalah tauhid dan pengabdian

Jumat, 26 Oktober 2012 07:34 WIB | 2.278 Views
Berkurban adalah tauhid dan pengabdian
Harga Sapi Melonjak Aktivitas jual beli di Pasar Hewan Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (13/10). Menjelang Hari Raya Idul Adha, permintaan sapi meningkat hingga membuat harga sapi naik dari Rp 2.000.000-Rp 3.000.000. (FOTO ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo)
... berkurban juga menjadi semangat pembebasan dari belenggu harta dan materi... "
Nunukan, Kalimantan Timur (ANTARA News) - Semangat berkurban pada saat Hari Raya Idul Adha pada intinya merupakan semangat tauhid, pengabdian dan penyembahan kepada Allah SWT.

"Semangat berkurban juga menjadi semangat pembebasan dari belenggu harta dan materi," ujar Khotib Idul Adha 1433 Hijriah, Solahuddin, di Lapangan SMP Muhammadiyah Nunukan, Kalimantan Timur, Jumat.

Harta dan materi, lanjut dia, memang perlu karena penunjang kehidupan manusia. Tapi jangan sampai menguasai hati dan kalbu dengan digenggam dan bukan mencengkram hati manusia.

Solahuddin menegaskan, harta dan materi yang dimiliki harus "dikorbankan" di jalan Allah SWT dalam bentuk infak ataupun apapun bentuknya.

Khotib ini juga menyatakan memberi atau berinfak bukan dengan harta atau materi tetapi menginfakkan hati dengan membuka maaf bagi semua orang adalah pemberian yang luar biasa pula.

"Harta yang sebenar-benarnya harta yang kita miliki adalah yang dikurbankan di jalan Allah," kata Solahuddin.

Dengan semangat berkurban, lanjut dia, memberi arti pada semua bentuk ibadah dan pengamalan keIslaman kita, yang menuntut pengusungnya memutuskan segala rantai dan belenggu kesyirikan.

Semangat tauhid tidak akan terwujud kecuali meninggalkan segala macam bentuk kesyirikan dan menyembah kepada selain Allah, sebut Solahuddin di depan jamaah sholat Idul Adha 1433 hijriyah.

"Kekhawatiran dan kewaspadaan terhadap kesyirikan adalah suatu yang mutlak pada diri setiap manusia. Karena itu adalah virus-virus sangat berbahaya dalam kehidupan manusia ," tekan staf Kantor Kemenag Kabupaten Nunukan ini.

Menurut dian berbagai bentuk dan ragam kesyirikan penting untuk dijauhi. Manusia harus mampu menutup celah yang akan mengantarkan kepada dirinya.

Berkurban juga diharapkan menjadi pendorong kuat untuk semakin mendekatkan diri dengan Allah Azza Wajalla, karena arti daripada berkurban adalah sesuatu yang mendekatkan, jelasnya. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga