Kalianda (ANTARA News) - Kepala Kepolisian Resor Lampung Selatan AKBP Tatar Nugroho memastikan jumlah korban tewas sebanyak 14 orang saat terjadi bentrokan antarwarga di Desa Balinuraga Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan, Lampung.

Ia menyebutkan, saat berada di Waypanji, Selasa, korban tewas tersebut empat orang di antaranya warga Kecamatan Kalianda pada bentrokan hari pertama, Minggu (28/10), sedangkan dalam bentrokan pada hari kedua, Senin (29/10), korban tewas sebanyak 10 orang, dari Desa Balinuraga.

Ia memerinci, nama-nama para korban bentrokan dari Kecamatan Kalianda yang tewas yakni Yahya Bin Abdulah (45) warga Kelurahan Wayurang, Marhadan (35) warga Gunungterang dan Alwin (35) warga Tajimalela.

"Satu lagi Solihin (35) warga Kalianda yang tewas saat mendapatkan perawatan di RSU Abdul Moeloek Bandarlampung," kata dia.

Namun, korban bentrok hari kedua sebanyak 10 orang dari pihak warga Desa Balinuraga masih dalam proses indentifikasi di rumah sakit karena sebagian tubuh korban terpisah saat terjadi bentrokan antarwarga itu.

"Kami menyisir perladangan dan perkebunan dan menemukan 10 korban tewas," kata Tatar.

Kemudian, kata dia, jumlah korban luka-luka sembilan orang dari Kalianda yang sebagian besar terkena luka tembak dan luka tusuk saat terjadi bentrokan itu.

Sementara, kerugian materi berupa 166 unit rumah warga di Desa Balinuraga dan Sidoreno dibakar, 26 rusak berat, 11 motor dibakar, dua gedung sekolah dibakar massa.

Lalu ,satu unit mobil Isuzu Panther milik Dit Shabara Polda Lampung, satu unit mobil Honda CRV dan Strada dirusak massa.

"Kami masih berjaga dilokasi sampai situasi aman," kata dia.

(Ant)