Sabtu, 1 November 2014

Pemkab Kupang kembangkan tambak garam

| 2.941 Views
id tambak garam, pemkab kupang, kabupaten kupang,
Pemkab Kupang kembangkan tambak garam
Ilustrasi--Seorang petani memanen garam di areal tambak garam (FOTO ANTARA/Dedhez Anggara)
Kupang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kupang, NTT, mengembangkan tambak garam di Desa Bipolo, Kecamatan Sulamu, dengan membangun fasilitas pengembangan garam bahan baku dan garam beryodium melalui ekstensifikasi lahan agar perekonomian masyarakat meningkat.

"Kegiatan ekstensifikasi lahan tambak garam disertai pembangunan berbagai fasilitas untuk pengembangan garam bahan baku dan pengelolaan garam beryodium tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat memotivasi masyarakat menjadi lebih maju dengan potensi yang dimiliki dan mendukung pemenuhan konsumsi garam nasional," kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, di Kupang, Jumat.

Menurut dia, dukungan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp14,678 miliar itu untuk pengembangan lahan garam di Kabupaten Kupang dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat melalui sikap mental untuk maju, bekerja keras dan disiplin sehingga dapat keluar dari belenggu kemiskinan.

"Bantuan dan fasilitas tersebut hendaknya dimanfaatkan agar usaha masyarakat dapat tumbuh dan berkembang sehingga mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Ayub Titu Eki yang juga mantan Rektor Universitas Terbuka Provinsi NTT.

Ia menambahkan, dana sebesar Rp14,678 miliar lebih itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun 2012 untuk pembangunan pengembangan garam di Desa Bipolo yang meliputi pekerjaan persiapan, pengerjaan waduk bozem, kolam evaporater, kolam air tua, meja kristalisasi, jalan masuk, bangunan pompa dan bak.

Secara terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Frederik Tielman mengatakan Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten di NTT yang memiliki potensi garam paling besar.

"Karena itu pemerintah pusat mengalokasikan dana begitu besar agar potensi tersebut dapat dikelola dan dikembangkan guna mendukung pemenuhan konsumsi garam nasional yang mencapai kurang lebih tiga juta ton per tahun," kata Frederik Tielman.

Menurut mantan Kepala Badan Arsip NTT ini produksi garam nasional belum dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri. Saat ini Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1,3 sampai 1,7 ton setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam dalam negeri.

Ia menjelaskan, selain Kabupaten Kupang, ada dua kabupaten di NTT yakni Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo di Pulau Flores mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat untuk pengembangan garan rakyat.

"Diprediksi ke depan, Provinsi NTT akan menjadi salah satu penyangga garam nasional," kata Tielman.

Harapan itu akan dapat terwujud, kata dia, menambahkan bila semua bantuan dana yang diberikan pemerintah pusat untuk pengembangan garam di tiga kabupaten tersebut dilaksanakan dengan baik, maka tidak mustahil NTT juga akan mampu mendukung pemenuhan konsumsi garam nasional.

"Dengan dukungan dana dari pemerintah pusat untuk membangun berbagai fasilitas yang dapat menunjang pengembangan garam di NTT tentunya bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," demikian Tielman.
(ANT/296/F002)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga