London (ANTARA News) - Kondisi keamanan global yang saat ini masih diwarnai konflik di berbagai belahan dunia memerlukan kesepakatan semua pihak dan negara atas norma atau tata perilaku sehingga bisa meminimalisasi peluang konflik karena semua pihak saling menghormati kepentingan masing-masing berdasar aturan yang disepakati, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kepala Negara menyampaikan pidato tentang kebijakan Indonesia di kawasan dan global itu dalam forum Wilton Park di Kementerian Luar Negeri Inggris, London, Jumat pagi waktu setempat. Presiden mengatakan, saat ini kondisi politik internasional berada pada posisi warm peace.

Menurut Presiden, meski tekanan politik dan keamanan saat perang dingin sudah menurun, namun masih jauh dari situasi terciptanya perdamaian.

"Dalam kondisi ini kita harus terus melakukan upaya untuk memastikan ketertiban internasional berdasar pada perdamaian dan kerja sama global," tegasnya.

Kepala Negara menjelaskan, Indonesia percaya kondisi yang damai, stabil, dan berkelanjutan akan terbentuk bila terbangun sejumlah norma dan prinsip internasional yang disepakati oleh semua pihak.

Oleh karena itu, kata Presiden, penciptaan norma merupakan salah satu bagian yang penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia.

"Kita juga menekankan pentingnya kesepakatan atau aturan yang menjadi norm setter," kata Presiden.

Presiden mencontohkan, masalah di Laut China Selatan harus ada sejumlah norma dan tata perilaku yang menjadi pedoman bagi semua pihak atau negara yang ingin berinteraksi di wilayah tersebut sehingga tidak terjadi saling tumpang tindih kewenangan.

Presiden menilai, ketika Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) gagal mencapai kesepakatan bersama mengenai hal itu pada Juli 2012 dalam isu Laut China Selatan, maka Indonesia mengubah pendekatan diplomasi ke setiap anggota ASEAN.

"Pada akhirnya kami setuju enam poin prinsip di Laut China Selatan. Dalam kaitan ini, kami menekankan pentingnya kesepakatan regional mengenai tata perilaku di Laut China Selatan," kata Kepala Negara.

Saat menjadi Ketua ASEAN pada 2011, Indonesia juga mendorong pentingnya kesepakatan mengenai prinsip-prinsip kerja sama di kawasan.

"Kerja sama ini mendorong tercapainya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan. Kerja sama yang berlangsung menjunjung asas kesamaan, partnership, konsultasi, dan hubungan yang saling menghormati," kata Presiden.

Wilton Park merupakan sebuah forum pengkajian kebijakan kawasan, internasional, dan global yang melingkupi berbagai bidang termasuk politik, ekonomi, dan sektor lainnya.

Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchil, 60 tahun lalu merupakan salah satu insiator forum ini.
(L.M041*P008/S024)