Selasa, 21 Oktober 2014

Jenazah terduga teroris dimakamkan di Poso

| 3.399 Views
id teroris, poso, pemakaman halid setelah otopsi, pemeriksaan yasin
Jenazah terduga teroris dimakamkan di Poso
Jenazah Terduga Teroris Polisi mengangkat peti jenazah Abdul Halid salah seorang terduga teroris ke dalam mobil ambulance di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (3/11). Jenazah terduga teroris yang tewas dalam penyergapan oleh tim gabungan Densus 88 Anti Teror dan TNI di Desa Kayamaya, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu (3/11) pagi itu diberangkat menuju kampung halamannya di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk diserahkan kepada pihak keluarga. (FOTO ANTARA/Mohamad Hamzah).
Atas pertimbangan kemanusiaan dan keagamaan, jenazah kami kembalikan kepada keluarga."
Poso, Sulteng (ANTARA News) - Jenazah Abdul Halid, terduga teroris yang tewas tertembak dalam penggerebekan Densus 88/Antiteror di sekitar Pasar Sentral Poso, Sulawesi Tengah, oleh keluarganya telah dikebumikan di tempat pemakaman umum Kelurahan Kayamanya, Poso, pada Sabtu (3/11) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Keterangan yang dihimpun ANTARA di Poso, Minggu, menyebutkan pemakaman jenazah berlangsung dalam situasi Poso sedang diguyur hujan lebat dan dihadiri para keluarga dan kerabat korban.

Jenasah Halid tiba di Poso setelah diotopsi di Palu sekitar pukul 19.00 WITA dan sejam kemudian keluarga korban memakamkannya.

Jenazah ini semula akan diterbangkan ke Jakarta untuk dilakukan otopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati namun karena desakan keluarga, jenazah dikembalikan ke Poso setelah menjalani otopsi di RSU Bhayangkara Palu.

"Atas pertimbangan kemanusiaan dan keagamaan, jenazah kami kembalikan kepada keluarga," kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana kepada ANTARA di Poso.

Situasi keamanan di Poso sempat terganggu sekitar delapan jam karena demo sebagian masyarakat Poso yang menuntut polisi segera mengembalikan jenazah Halid.

Massa memblokir jalan trans Sulawesi di Kelurahan Kayamanya sehingga arus lalu lintas yang menghubungkan Kota Palu dan Makassar tertutup total. Jalur trans yang cukup ramai itu putus total selama hampir 10 jam.

Ketika ditanya soal keterlibatan Halid dan rekannya Yasin - terduga teroris lain yang ditangkap tanpa cedera -- Kapolda Dewa Parsana menolak memberikan penjelasan.

"Yang pasti mereka adalah target operasi kami. Ada cukup bukti soal keterlibatan mereka dalam jaringan terorisme, soal bagaimana keterlibatan mereka, nanti di pengadilan akan terbuka," ujarnya.

Dalam operasi penggerebekan kemarin, polisi juga menangkap lebih dari 10 orang karena melakukan perlawanan dengan melempari petugas menggunakan bom-bom rakitan saat operasi penegakan hukum dilancarkan.

"Mengenai apakah mereka semua terkait kegiatan terorisme, masih kita dalami," ujar Dewa Parsana.

Ia mengemukakan bahwa dalam operasi penegakan hukum terhadap terduga teroris di sekitar Pasar Sentral Poso itu, polisi terpaksa melepaskan tembakan karena Abdul Halid, terduga teroris yang merupakan PNS di Dinas Kehutanan Poso itu, melempari petugas dengan bom pipa paralon. (R007/I007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga