Kamis, 23 Oktober 2014

Pemkab Banjar petakan daerah rawan bencana

| 2.382 Views
id pemkab banjar, kabupaten banjar, daerah rawan bencana, pemetaan daerah rawan bencana
Pemkab Banjar petakan daerah rawan bencana
Ilustrasi--Banjir melanda di desa Sungai Raya Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Mei 2011 lalu. (ANTARA/Herry Murdy Hermawan)
Martapura (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, memetakan daerah rawan bencana dalam upaya penanggulangan dan penanganan bencana yang sering melanda kabupaten tersebut.

Asisten I Sekdakab Banjar Bidang Pemerintahan Nurus Syamsi, Rabu di Martapura mengatakan, Pemkab sudah melakukan pemetaan daerah rawan bencana serta jenis bencana yang berpotensi melanda daerah rawan tersebut.

"Pemetaan sudah dilakukan termasuk diskusi publik penyusunan rencana penanggulangan bencana melibatkan unsur SKPD, Camat, Basarnas dan tokoh masyarakat sehingga bencana bisa dicegah dan diminimalisir," ujarnya.

Ia menyebutkan, beberapa wilayah di kabupaten yang memiliki topografi berbeda-beda yang sering dilanda bencana antara lain adalah bencana kekeringan yang melanda Kecamatan Astambul, Martapura dan Karang Intan.

Bencana kebakaran lahan dan hutan yang kerap terjadi di Kecamatan Gambut dan bencana cuaca ekstrim yang bisa menimbulkan angin puting beliung sering melanda Gambut, Beruntung Baru, Tatah Makmur dan Cintapuri.

Sementara di kawasan pesisir pesisir dan muara sungai, bencana yang mengancam adalah gelombang ekstrim dan abrasi yang terjadi di kecamatan Aluh-aluh termasuk bencana tanah longsor hingga bencana banjir.

"Pemetaan daerah rawan bencana itu diperlukan agar jika sewaktu-waktu terjadi bencana bisa diantisipasi melalui penanggulangan dini sehingga dampaknya bagi masyarakat bisa diminimalisir," ungkapnya.

Dikatakan, Kabupaten Banjar menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Kalsel yang ditetapkan pemerintah sebagai daerah percontohan program penanggulangan bencana yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Tentunya, penetapan daerah percontohan itu harus diimbangi dengan kesiapan pemerintah daerah dalam upaya menanggulangi bencana, salah satunya melalui pemetaan daerah rawan bencana itu," ujarnya.

Ditekankan, langkah terpenting dalam upaya penanggulangan bencana adalah membangun kesadaran dan kesigapan melaksanakan Program Penanggulangan Pra-Sedang-Pasca Bencana Berbasis Masyarakat.

Ditambahkan, langkah itu lebih bermanfaat daripada sekedar menunggu uluran tangan pemerintah pusat setelah peristiwa bencana terjadi sehingga masyarakat yang menjadi korban bencana bisa secepatnya ditangani.

"Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga telah melaksanakan perkuatan aturan dan kapasitas kelembagaan, perencanaan penanggulangan bencana terpadu dan peningkatan partisipasi masyarakat," katanya.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga