Minggu, 23 Juli 2017

Buruh tarik delegasinya dari rapat UMP Jakarta

| 2.976 Views
Buruh tarik delegasinya dari rapat UMP Jakarta
Sejumlah buruh yang berasal dari berbagai elemen buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia melakukan aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/7). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah agara segera memberlakukan upah layak dan menghentikan politik upah murah serta mencabut seluruh izin penyelenggara outsorcing karena dianggap merugikan kaum buruh. (ANTARA/Zabur Karuru)
Kita nanti mau ketemu Jokowi atau Ahok, untuk melihat tanggapannya tentang angka Rp2,799 juta.
Jakarta (ANTARA News) - Forum Buruh DKI Jakarta akhirnya menarik tiga orang perwakilan buruh yang rencananya akan mengikuti rapat Dewan Pengupahan untuk merekomendasikan UMP DKI 2012 di Balai Kota.

"Kami sudah sepakat dengan angka Rp2,799 juta, dan sepakat untuk tidak menghadiri rapat Dewan Pengupahan hari ini," kata anggota presidium Forum Buruh Jakarta, Heriyanto, di Balai Kota, Selasa siang.

Menurut dia, buruh tidak perlu lagi mengikuti rapat Dewan Pengupahan karena angka rekomendasi UMP DKI Jakarta dari buruh tetap Rp2,7 juta.

Untuk itu, biar saja Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Disnakertrans merekomendasikan sendiri angka yang mereka inginkan, ujarnya.

Jika angka dari Dewan Pengupahan sudah pasti, Heriyanto mengungkapkan bahwa Gubernur DKI Jakarta tinggal memutuskan dengan bijak berapa UMP yang layak. Apabila angkanya tidak memenuhi tuntutan buruh pun, dia menjelaskan itu masih bisa didiskusikan lagi.

"Kita nanti mau ketemu Jokowi atau Ahok, untuk melihat tanggapannya tentang angka Rp2,799 juta," kata Heriyanto.

"Yang jelas sesuai regulasi, paling lambat tanggal 20 November, Gubernur DKI Jakarta harus bisa menentukan UMP," demikian pungkasnya.
(lod)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca