Kamis, 28 Agustus 2014

Angka perceraian meningkat di Padang

Selasa, 20 November 2012 20:17 WIB | 2.101 Views
Angka perceraian meningkat di Padang
Ilustrasi Sejumlah warga mengurus perceraian. (ANTARA/Arief Priyono)
Padang (ANTARA News) - Pengadilan Agama kelas 1 A Padang mencatat terjadi peningkatan angka perceraian di Kota Padang dalam kurun waktu hingga November 2012 dengan 580 kasus.

Menurut Wakil Ketua Panitera Pengadilan Agama kelas 1 A Padang Warnelis Watman di Padang, Selasa, perceraian tersebut didominasi kasus gugat cerai istri terhadap suami (khulu`).

Ia menyebutkan, pada 2011 tercatat kasus perceraian di Padang mencapai 615 gugatan dan diperkirakan angka tersebut mengalami kenaikan tahun ini.

Dikatakannya, dari data yang ada faktor dominan penyebab perceraian adalah tidak ada tanggung jawab suami kepada istri dalam memberikan nafkah keluarga dan tidak ada keharmonisan dalam rumah tangga.

Kasus perceraian tersebut banyak terjadi di kalangan swasta, buruh, petani dan selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Ia menyebutkan, pada 2009 ada 401 kasus, 2010 ada 424 kasus, kemudian pada 2011 meningkat jadi 501 kasus perceraian.

Sementara berdasarkan usia, perceraian paling banyak terjadi di kalangan pasangan muda atau pasangan yang berumur 21--40 tahun.

Lebih lanjut, menurut Warnelis, jika ada pasangan yang mengajukan gugat cerai, maka pihaknya pada sidang pertama akan menawarkan perdamaian antara kedua belah pihak.

"Namun hal itu jarang berhasil dan akan kembali ditawarkan perdamaian pada sidang kedua," lanjutnya.

Ia menambahkan, sekitar 10 persen dari kasus gugat cerai yang diajukan berakhir dengan damai setelah kedua belah pihak diberikan arahan agar tidak bercerai dan memilih melanjutkan bahtera rumah tangga.
(KR-IWY/R014)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga