Jumat, 24 Oktober 2014

"Chinese Zodiac 2012" film laga terakhir Jackie Chan

| 11.392 Views
id jackie chan, master kungfu, film aksi, film kungfu, film jackie chan, film terakhir jackie chan,
Aktor Jackie Chan (REUTERS)
Beijing (ANTARA News) - Bintang Kung Fu Jackie Chan mengatakan bahwa film barunya Chinese Zodiac 2012 akan menjadi film aksinya yang terakhir.

Hal itu terkait dengan umurnya yang semakin tua, namun Jackie Chan masih akan beraksi di dunia sosial.

Chan menulis, menyutradarai dan memroduseri film yang direncanakan tayang perdana bulan depan di Cina.

Dia juga bermain sebagai peran utama dan mengatakan bahwa film ini merupakan "film terbaiknya" selama sepuluh tahun terakhir.

"Saya menyutradarainya, saya penulisnya, saya produsernya, saya sutradara aksinya, hampir semua," kata aktor kelahiran Beijing 58 tahun silam kepada Reuters di Beijing saat pengambilan gambar film dokumenter.

"Ini benar-benar buah karya saya. Saya sudah menulis naskahnya sejak tujuh tahun yang lalu. " Proses pembuatan film itu menghabiskan satu setengah tahun, tambahnya.

Dalam film, Chan adalah seorang pemburu harta karun yang sedang berusaha untuk memulangkan 12 kepala patung zodiak Cina, yang diambil dari Istana Musim Panas Beijing oleh Prancis dan Inggris saat Perang Opium.

Dia mengatakan bahwa film ini merupakan film penting untuknya karena ini akan menjadi film terakhir yang menampilkan kemampuan aksi beladirinya, meskipun dia memastikan bahwa ini bukan akhir dari karir perfilmannya.

"Saya sudah tidak muda lagi," katanya lalu mengemukakan teknologi spesial efek dan peran pengganti banyak yang bisa dilakukan tanpa risiko fisik.

"Kenapa saya harus menggunakan hidup saya sendiri untuk melakukan hal-hal tersebut," katanya. "Saya masih akan melakukan sesuatu yang bisa saya lakukan. Tapi saya tidak mau membahayakan hidup saya dan berakhir di kursi roda, itu saja."

Baru-baru ini Chan dianugerahi penghargaan Social Philanthropist of the Year oleh majalah Harper Bazaar.

Dia mengatakan ingin memperbanyak waktu untuk pekerjaan sosial dan berharap para warga kaya di Cina bisa mengikuti langkahnya, seperti ketika dia melelang mobil mewah Bentley 666 seharga 961.837 dolar AS.

Cina memiliki lebih banyak miliader dibandingkan negara lain di Asia, namun sangat sedikit organisasi sosial, dan memberikan amal masih menjadi fenomena baru di negara dengan populasi terbanyak di dunia.

Chan mengatakan bahwa meski para dermawan Cina sudah melakukan langkah berani, namun masih banyak yang harus dilakukan, tugas yang semakin berat karena jaringan internet, dengan warga yang bersedia jatuh untuk setiap langkah yang dirasa salah.

"Kini orang-orang harus sangat berhati-hati, namun itu tidak menghentikan mereka untuk melakukan amal. Saya rasa ini tanda yang baik,"kata Chan.

(dny)

Penerjemah: Deny Yuliansari

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga