Rabu, 3 September 2014

Kerjasama ASEAN diperluas ke EAS

Rabu, 21 November 2012 13:02 WIB | 2.776 Views
Kerjasama ASEAN diperluas ke EAS
Ilustrasi para pemimpin ASEAN (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - ASEAN menyatakan akan memperluas kerjasama dalam enam bidang prioritas ke negara di luar kawasan Asia Tenggara yang menjadi peserta East Asia Summit (EAS).

"Kami akan menggunakan kemajuan yang sudah dicapai dalam enam bidang itu untuk memfasilitasi kooperasi yang lebih luas di EAS," tulis pernyataan pers ASEAN yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kerjasama enam bidang prioritas yang dimaksud adalah: lingkungan dan energi, pendidikan, keuangan, kesehatan dan penyakit menular, mitigasi bencana alam, dan konektivitas.

ASEAN dalam pernyataan itu sadar bahwa kemajuan yang sudah dicapai, khususnya dalam bidang konektivitas, harus diperluas melampaui kawasan Asia Tenggara tetapi juga mencapai negara-negara lain yang mengikuti "East Asia Summit" yaitu Amerika Serikat, Rusia, India, Australia, Selandia Baru, China, Korea Selatan, dan Jepang.

"Kami optimis kerjasama ekonomi antara negara partisipan EAS akan menguntungkan pertumbuhan dan pembangunan secara keseluruhan di wilayah Asia Timur," tulis pernyataan tersebut.

EAS menurut pernyataan itu merupakan forum regional penting yang mempertemukan negara-negara dengan perekonomian paling dinamis di dunia dan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjatan di level regional dan global.

Perluasan kerjasama di bidang energi terlihat dalam proposal antara Amerika Serikat dan Asia Pasifik untuk masa depan energi terbarukan. Kerjasama tersebut menurut ASEAN adalah langkah maju dalam kolaborasi penyediaan energi bukan hanya di Asia Tenggara namun juga wilayah Asia Pasifik.

Dalam bidang mitigasi bencana perluasan kerjasama juga sudah terjadi. EAS akan bertemu di Brunai Darussalam pada Juni 2013 untuk mempererat kerjasama koordinasi antar pasukan militer dalam bantuan kemanusiaan menghadapi bencana.

"Sementara itu dalam bidang keuangan, kami menegaskan kembali komitmen untuk bekerjasama dengan institusi finansial, termasik di antaranya Asian Development Bank dan International Monetary Fund," tulis pernyataan pers itu.

ASEAN juga berpendapat bahwa negara-negara EAS harus menghindari kebijakan proteksionisme karena dapat menghalangi perdagangan bebas dan investasi.

"Negara-negara ASEAN bermaksud untuk menahan diri dari pembuatan aturan baru yang menghalangi perdagangan barang dan jasa dan mengimplementasikan aturan World Trade Organization di semua area," tulis ASEAN.
(G005)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga