Sabtu, 26 Juli 2014

KNPI dukung "Diwali" jadi Hari Libur Nasional

Rabu, 21 November 2012 21:20 WIB | 1.374 Views
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Bidang Hubungan Luar Negri DPP KNPI KRT Abhiram Singh Yadav mengatakan dan mendukung agar Hari Raya Diwali ditetapkan sebagai hari libur nasional.

"Demokrasi di Indonesia harus dilanjutkan dan di tingkatkan, setelah pengakuan terhadap etnis Thioghoa di Indonesia dengan menetapkan Imlek sebagai libur nasional, maka saatnya pemerintah juga memikiran untuk menetapkan hari raya Diwali sebagai libur nasional sebagai bentuk pengakuan etnis India yang merupakan bagian dari masyarakat Nusantara,"  ujar Abhiram yang juga merupakan Vice Chairman CAYC (Committee for ASEAN Youth Cooperation) dalam rilisnya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, saat ini diketahui banyak Negara yang menetapkan Diwali sebagai libur hari nasional di antaranya Malaysia dan Singapura.

"Deepavali atau Diwali dalam Agama Hindu berarti "Festival Cahaya". Festival ini melambangkan kemenangan baik atas buruk, dan lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia. Perayaan Diwali baru telah berlangsung 13 November 2012," katanya.

Umat Hindu, Jain, dan Sikh sama-sama menganggap festival ini sebagai perayaan hidup dan dimanfaatkan untuk memperkuat tali persaudaraan antara keluarga dan teman. Untuk umat Jain, ini adalah salah satu festival terpenting, dan menandai dimulainya tahun Jain. Perayaan ini juga termasuk festival penting bagi umat Sikh.

"Masyarakat etnis India di tanah air kan merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang tak terpisahkan. Saya rasa akan sangat bijak jika hal ini diangkat sebagai Libur Nasional toh juga banyak negara sudah menetapkanya seperti Singapura dan Malaysia. Etnis India kan juga bagian dari Bhineka Tunggal Eka," ujar Abhiram.

Abhiram yang juga merupakan tokoh muda keturunan India yang aktif di berbagai organisasi dan kerap mewakili Indonesia di kancah Internasional ini berharap pemerintah dan  partai-partai politik bias memberikan perhatian terkait akan hal ini.

"Saya rasa partai-partai politik bias mengusulkan hal ini, apalagi jika bias ditanggapi oleh Bapak Presiden akan menjadi era baru bukti demokrasi di tanah air,” kata Abhiram yang yang saat ini duduk kepengurusan KNPI di bawah Ketua Umum Taufan EN Rotorasiko.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga