Rabu, 3 September 2014

BRI tawarkan bunga rendah untuk kredit pensiunan dan PNS

Sabtu, 24 November 2012 05:05 WIB | 23.421 Views
Mamuju (ANTARA News) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, kembali menawarkan program kredit dengan suku bunga rendah bagi pensiunan dan pegawai negeri sipil (PNS) hingga akhir Desember 2012.

"Program yang kami tawarkan ini sebetulnya telah berjalan sejak Juli tahun ini. Namun, direksi melakukan perpanjangan hingga akhir Desember pada program kredit murah yang diperuntukkan bagi pensiunan dan PNS," kata Account Officer Briguna BRI Cabang Mamuju, Sulawesi Barat Vera Yanti Mosialu di Mamuju, Jumat.

Menurutnya, PNS maupun pensiunan bisa menikmati suku bunga yang lebih rendah di bawah satu persen dari biasanya. Program ini sengaja diluncurkan sebagai kado menyambut Hari Ulang Tahun BRI ke-117 tahun 2012.

"Jika sebelumnya suku bunga kredit pegawai dan pensiunan itu mencapai angka 1 persen per bulan. Namun, semenjak program ini diluncurkan maka suku bunga yang ditawarkan sekitar 0,9 persen per bulan," jelas Vera.

Demikian pula dengan masa pinjaman kata dia, juga diberikan perlakuan khusus dari delapan tahun menjadi 10 tahun. Bukan hanya itu, biaya provisi yang sebelumnya sekitar 1,5 persen menjadi turun sekitar 0,5 persen.

"Layanan kredit pegawai dan pensiunan bukanlah hal baru. Kredit yang masuk dalam bagian dari kredit konsumtif ini sudah berjalan sejak dulu. Namun, khusus Desember tahun ini, pengajuan kredit pegawai dan pensiunan bisa menikmati fasilitas bunga rendah," katanya. di

Adapun persyaratan pengajuan kredit relatif sama dengan kredit lainnya. Yakni berupa kartu identitas diri, SK pegawai, slip gaji, dan karip atau kartu indentitas pensiunan.

Vera menuturkan, khusus untuk kredit pensiuan dan pegawai ini telah disiapkan plafon anggaran sekitar Rp40 juta/nasabah.

Program kredit yang ditawarkan ini kata dia, mendapat apresiasi dari para pegawai maupun pensiuna yang hingga kini telah mencapai 2.300 debitur.

"Dari jumlah debitur ini kami telah menyalurkan bantuan pinjaman hingga Oktober 2012 telah mencapai Rp123 miliar. Alokasi pemberian pinjaman itu naik signifikan dari posisi Januari 2012 hanya sekitar Rp1,5 miliar," pungkas Vera. (ACO/S016)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga