Senin, 22 Desember 2014

Warga Kutai Barat berharap konflik tidak meluas

| 8.232 Views
id konflik antarwarga, Kutai Barat, Kalimantan Timur
Situasi sempat mencekam dan memanas sejak kemarin (Sabtu) oleh pengrusakan sekelompok orang terhadap rumah-rumah warga dari etnis tertentu.
Samarinda (ANTARA News) - Warga Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, berharap pengrusakan dan pembakaran rumah tidak meluas yang dapat memicu terjadinya bentrokan antarwarga.

"Kami berharap situasi seperti ini tidak meluas dan menimbulkan benturan antarwarga. Situasi sempat mencekam dan memanas sejak kemarin (Sabtu) oleh pengrusakan sekelompok orang terhadap rumah-rumah warga dari etnis tertentu," ungkap salah seorang warga Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Hengky, dihubungi dari Samarinda, Minggu petang.

Hingga Minggu sore lanjut Hengky, situasi Kecamatan Melak mulai kondusif dan tidak terlihat lagi adanya sekelompok orang yang melakukan penyisiran untuk mencari warga pendatang.

"Sejauh ini situasi mulai kondusif dan tidak ada lagi pergerakan sekelompok orang yang mengatasnamakan salah satu etnis mencari rumah-rumah warga dari etnis lainnya. Namun, petugas keamanan baik dari kepolisian maupun TNI terlihat masih berjaga-jaga di sejumlah lokasi," kata Hengky.

Kecamatan Melak lanjut dia hanya imbas dari aksi massa yang berlangsung di Barong Tongkok yang bisa ditempuh dengan kendaraan selama 30 menit.

"Kejadiannya sebenarnya berawal di Barong Tongkok namun sejak kemarin (Sabtu) mulai merembes kesini (Melak) oleh aksi pengrusakan rumah warga," ungkap Hengky.

Warga lainnya, Supriyadi, mengakui, pada Minggu siang suasana di Melak sempat mencekam oleh aksi sweeping disertai pengrusakan rumah dan toko milik warga dari salah satu etnis.

"Sejak kemarin (Sabtu) suasana sangat mencekam sebab banyak orang yang berkeliaran sambil membawa senjata tajam kemudian melakukan pengrusakan rumah-rumah warga," kata Supriyadi.

Sejumlah warga lanjut dia terpaksa mengungsi di kantor Kodim setempat karena takut menjadi sasaran amuk massa.

"Banyak warga saya lihat mengungsi di Kantor Kodim karena takut menjadi sasaran amuk massa. Kelompok massa yang merusak rumah warga itu menggunakan atribut dari etnis tertentu dengan pita merah. Sejauh ini tidak ada bentrokan maupun pembakaran dan hanya pengrusakan rumah," kata Supriyadi.

Ketua Dewan Adat Dayak Kaltim, Edy Gunawan pada konferensi pers bersama Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) serta KKSS (Kerukukan Keluarga Sulawesi Selatan) di Samarinda, Minggu sore menghimbau kepada seluruh lapisan adat Dayak untuk tetap menjaga iklim kondusi di Kabupaten Kutai Barat.

"Kami meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap kemungkinan adanya provokator yang dapat memperkeruh suasana di Kutai Barat. Kami juga telah menghimbau seluruh masyarakat adat Dayak agar mematuhi kesepakatan yang telah dibuat demi terjaganya iklim kondusif di Kutai Barat," kata Edy Gunawan.

Pengrusakan rumah-rumah dan pasar tradisional di Kabupaten Kutai Barat dipicu cekcok antara seorang warga dengan petugas APMS (agen penyalur minyak dan solar) di Kecamatan Barong Tongkok pada Jumat.

Saat itu, salah seorang warga hendak membeli bensin dan oleh petugas APMS dijawab habis, namun warga tadi tetap ngotot sebab melihat ada warga lainnya yang dilayani sehingga terjadi cekcok mulut yang berujung pengeroyokan yang dialami warga tersebut.

Tidak terima dikeroyok, warga tadi kemudian melaporkan kejadian itu ke keluarganya dan Bersama 500 orang yang menggunakan atribut etnis tertentu kembali mendatangi APMS untuk mencari pelaku pemukulan tersebut.

Namun karena tidak menemukan para pelaku massa kemudian merusak APMS hingga berlanjut pada pengrusakan rumah-rumah warga milik salah satu etnis pendatang.

Pada Minggu dinihari, sebuah pasar yang berada di depan Mapolres Kutai barat dibakar sekelompok massa.

"Pada Minggu dinihari, pasar tradisional yang berada di depan Kantor Polres Kutai Barat dibakar massa dan sebelumnya juga beberapa rumah dari etnis tertentu sempat dirusak dan dibakar. Saat ini, situasi masih mencekam dan beberapa warga terpaksa mengungsi di kantor polisi dan Kodim setempat," ungkap salah seorang warga Barong Tongkok, Kutai Barat, Anton, dihubungi Minggu siang.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga