Kamis, 23 Oktober 2014

"Bidadari Bidadari Surga" ajarkan kasih sayang keluarga

| 15.154 Views
id tere liye, nirina zubir, bidadari bidadari surga, film tere liye, hafalan shalat delisa, nadine chandrawinata, henidar amroe, astri nurdin
Bidadari Bidadari Surga

Jakarta (ANTARA News) - Laisa (Nirina Zubir) terlihat jauh berbeda dibandingkan empat adiknya yang berparas rupawan.

Terlahir dari ibu yang sama (Henidar Amroe), fisik Laisa yang berambut gimbal, bungkuk, gemuk, hitam dekil, dan berjalan dengan kaku terlihat kontras dengan adiknya, Dalimunte (Nino Fernandez), Yashinta ( Nadine Chandrawinata), Ikanuri (Adam Zidni), Wibisana (Frans Nicholas) yang semuanya berkulit putih dan berwajah indo blasteran.

Meskipun begitu, Laisa yang memiliki kecantikan hati selalu berusaha agar adik-adik dan ibunya dapat sukses dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dia membantu tugas sang ibu yang sudah ditinggal mati suaminya.

Sejak adiknya masih kecil, Laisa yang tegas dan terkesan galak memastikan agar mereka rajin belajar dan beribadah.

Kegalakan perempuan yang jarang tersenyum itu sempat membuat Wibisana dan Ikanuri kecil memutuskan kabur dan merantau ke kota dengan menyusuri hutan.

Namun, mereka tersesat dan nyawanya nyaris terancam andai Laisa tidak menyelamatkan mereka di saat yang tepat.

Laisa mendedikasikan hidupnya demi kebahagiaan keluarganya. Berkat kebun stroberi yang dirintis Laisa, perekonomian keluarganya meningkat.

Saat adik-adiknya beranjak dewasa dan mulai menemukan pasangan, Laisa tetap setia mengurusi kebun stroberi tanpa pernah didekati seorang pria.

Akhirnya datanglah Dharma (Rizky Hanggono), pria pertama yang membuat Laisa salah tingkah.

Namun, sebenarnya Dharma menyembunyikan suatu motif tertentu yang membuatnya mau mendekati Laisa.

Akankah Laisa mendapatkan kebahagiaannya?


Film keluarga

"Bidadari Bidadari Surga" diangkat dari novel berjudul sama karya Tere Liye. Penulis itu mengatakan film yang mengangkat tema cinta dalam keluarga, khususnya kakak beradik, dapat membuat penonton semakin menyayangi kakak maupun adiknya.

Sutradara Sony Gaokasak menyatakan bahwa film yang tayang pada 6 Desember 2012 itu ditujukan untuk semua umur. Penonton anak-anak dapat menikmati akting dari para pemain cilik, seperti Chantiq Schagerl, Rizky Julio, Michael Adam, dan Saddam Basalamah.

Tere Liye paham bahwa adaptasi dari novel menjadi film belum tentu dapat memuaskan orang yang pernah membaca bukunya.

Namun, sutradara Sony Gaokasak berusaha mewujudkan sosok Laisa dengan mendandani Nirina Zubir habis-habisan sehingga terlihat tidak menarik sesuai deskripsi dalam novel.

"Selama syuting saya tidak pernah menerima pujian," tukas Nirina usai jumpa media di Jakarta, Selasa lalu.

Penampilannya yang berubah drastis menuai beragam komentar di lokasi syuting.

"Ada yang sampai bilang, 'Nirina, astagfirullah, amit-amit'" seloroh Nirina sambil tertawa.

"Tapi semakin mereka menghina, semakin aku tertawa karena berarti aku sukses," tambah dia.

Film produksi Starvision itu juga dimeriahkan oleh akting dari aktor senior Piet Pagau, Joe P Project, Gary Iskak, Astri Nurdin, dan Mike Lewis.


(nan)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga