Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, ada tujuh hingga delapan perusahaan yang akan melepas saham ke publik melalui penawaran umum saham perdana (IPO) pada 2013.

"Ada sembilan perusahaan yang berencana melakukan IPO tahun ini, namun pindah ke Januari 2013 karena masalah harga yang belum cocok. Dari sembilan perusahaan itu, ada sekitar tujuh hingga delapan yang sudah menyatakan komitmen," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, kepada pers di Jakarta, Jumat.

Ia mengakui, ada sejumlah calon emiten yang telah memproses penawaran saham perdana pada 2012 namun menunda sehingga pelaksanaannya direncanakan pada awal 2013.

Ia menambahkan, sepanjang tahun ini 21 perusahaan telah IPO di BEI. Jumlah itu akan bertambah dengan adanya rencana PT Waskita Karya dan PT Wismilak Inti Makmur melaksanakan pencatatan saham (listing) di lantai perdagangan saham BEI.

"Pada Desember 2012 ini hanya tambah dua perusahaan yaitu PT Waskita Karya dan PT Wismilak Inti Makmur sehingga IPO hanya 23 emiten pada 2012," ujar dia.

Sementara, beberapa perusahaan yang akan melakukan penawaran saham perdana pada 2013 antara lain PT Pelayaran Bina Buana Raya dengan melepas 600 juta saham ke publik. PT Cipaganti yang akan melepas 23 persen-25 persen saham ke publik.

Lalu, PT Siba Surya yang akan melepas saham di atas 20 persen, PT Pelita Paper Cengkareng akan melepas 20 persen, Bank Maspion melepas sekitar 10 persen, PT Sarana Media Tama Internasional, Spindo, dan PT Indoprima Gemilang.

Secara terpisah, Analis Trust Securities, Reza Priyambada menilai, rencana pelepasan saham PT Wismilak Inti Makmur memiliki prospek positif ke depannya dengan menawarkan harga saham Rp650 per saham dengan jumlah saham ditawarkan ke publik sebanyak 629.962.240 lembar.

"Harga saham Wismilak cukup berimbang dengan posisi perusahaan. Saham Wismilak cocok untuk ditransaksikan atau diperdagangkan investor," kata dia.

Ia memperkirakan, ada potensi kenaikan harga saham Wismilak hingga level Rp800 per saham pada awal pencatatannya, dalam dua sampai tiga bulan diproyeksikan dapat menyentuh level Rp1.000 per saham.

"Meski demikian, semua pergerakan saham akan ditentukan melalui kinerja perusahaan terkait," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Direktur Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla mengatakan, pihaknya menargetkan dapat meningkatkan pangsa pasar rokok di Indonesia setelah melaksanakan IPO.

"Market share perusahaan di Jawa Timur dan di Jateng sekitar 45 persen, Sumatera sekitar 10 persen. Setelah IPO ditargetkan dapat meningkatkan pangsa pasar," ujar dia.

Ia mengatakan, dana yang terkumpul dari pelepasan saham ke publik melalui mekanisme IPO itu rencananya sebesar 50 persen akan digunakan sebagai belanja modal, 30 persen untuk modal kerja, dan 20 persen untuk pelunasan utang perbankan.

Sementara, Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq meyakini, nilai saham perseroan yang ditawarkan ke publik di kisaran Rp320-Rp405 per lembar itu dapat diterima investor mengingat kondisi pasar saham domestik yang masih positif.

"IPO akan berjalan baik dan terserap pasar. Apalagi, dalam menopang pergerakan IHSG, beberapa saham emiten sektor konstruksi menunjukan hasil cukup baik," ujar dia.

(ANTARA)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2012