Kamis, 21 Agustus 2014

Relawan bantu korban angin puting beliung di Yogyakarta

Sabtu, 8 Desember 2012 12:09 WIB | 4.097 Views
Relawan bantu korban angin puting beliung di Yogyakarta
Ilustrasi--puting beliung (FOTO ANTARA/Basrul Haq)
Sleman (ANTARA News) - Ratusan relawan dari berbagai elemen serta TNI/Polri, Sabtu melakukan pembersihan ratusan pohong tumbang dan puing-puing rumah pascabencana puting beliung yang menerjang Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Jumat (7/12) sore.

"Kegiatan hari ini difokuskan pada pembersihan batang-batang pohon tumbang yang menghalangi jalan untuk membuka akses bagi masyarakat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Urip Bahagia di posko Dusun Bromonilan, Sabtu.

Menurut dia, setelah Pemkab Sleman menetapkan masa darurat bencanaa puting beliung selama empat hari hingga Senin (10/12), pihaknya juga telah membangun dapur umum di sejumlah titik lokasi.

"Ada beberapa dapur umum yang kami dirikan untuk membantu kebutuhan logistik bagi para relawan dan masyarakat yang bergotong royong," katanya.

Bencana puting beliung terjadi di Kalasan menimpa lima padukuhan di Desa Purwomartani yang meliputi Bromonilan, Sidokerto, Sambiroto, Sambisari dan Kadisoko, kerusakan yang paling parah terjadi di Dusun Bromonilan, hampir semua rumah mengalami kerusakan.

"Di Purwomartani korban luka yang rawat jalan sebanyak tujuh orang dan rawat inap dua orang," katanya.

Untuk Padukuhan di Desa Purwomartani yakni Sidokerto RW 2 dan RW 3, semua warga masih sibuk pindahkan pohon-pohon yang menimpa rumah. di wilayah ini semua rumah tertimpa pohon dan atap yang terbuat dari asbes lepas semua.

Dusun Sambisari dan Randusari ada 87 rumah yang rusak, satu ekor kambing mati, Padukuhan Kadisoka satu RT yang terkena kurang lebih 30 rumah, Padukuhan Bromonilan 299 KK dan Sambiroto 28 KK.

Camat Kalasan Samsul Bakri meminta padukuhan tidak meremehkan data kerusakan, dan meminta Kepala Dukuh mulai malam ini agar data yang sudah ada dirinci lebih detil.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga