Seoul (ANTARA News) - Sekelompok ahli peluru kendali Iran dilaporkan berada di lokasi peluncuran roket Korea Utara untuk menawarkan bantuan teknis peluncuran roket jarak jauh yang direncanakan.

Para pakar Iran diundang setelah peluncuran roket terakhir Pyongyang pada April berakhir dengan kegagalan, kata surat kabar Korea Selatan, Chosun Ilbo, mengutip pernyataan pejabat pemerintah di Seoul.

"Sebuah mobil terlihat di lokasi peluncuran ... telah diketahui dikemudikan bolak-balik dari fasilitas akomodasi di dekatnya. Mobil itu diyakini akan membawa pakar Iran," kata Chosun mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.

"Tampaknya hubungan antara Korea Utara dan Iran dalam (pengembangan) rudal sudah dilakukan sejak tahun 1980-an itu dipercaya makin intensif daripada sebelumnya," kata pejabat itu.

Pada awal bulan ini, Kantor Berita Jepang Kyodo mengutip seorang sumber diplomatik Barat yang mengatakan bahwa Iran telah menempatkan staf pertahanan di Korea Utara sejak Oktober untuk memperkuat kerja sama di bidang rudal dan pengembangan nuklir.

Korea Utara dan Iran sama-sama kena sanksi internasional atas kegiatan nuklir mereka dan pemerintah mereka berbagi permusuhan mendalam terhadap Amerika Serikat.

Bocoran kawat diplomatik AS pada tahun 2010 menunjukkan bahwa para pejabat AS percaya Iran telah mengakuisisi bagian rudal balistik dari Korea Utara.

Satu laporan sanksi PBB pada 2011 menyatakan, dua negara itu dicurigai berbagi teknologi rudal balistik.

Korea Utara telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan roket sekitar tanggal 10-22 Desember mendatang.

Amerika Serikat dan sekutunya melihat peluncuran itu sebagai satu uji peluncuran rudal balistik terselubung yang dilarang menurut resolusi PBB.

(H-AK)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2012