Kamis, 31 Juli 2014

Warga Jakarta Masih Manfaatkan Kali Ciliwung Sebagai Sumber Penghasilan

Selasa, 30 Mei 2006 23:16 WIB | 459 Views
Jakarta, (ANTARA News) - Sebagian warga Jakarta masih memanfaatkan potensi Kali Ciliwung sebagai sumber penghasilan seperti mencari ikan sapu-sapu dan memungut barang bekas yang banyak sembarangan di buang di kali yang terkontaminasi limbah padat dan cair itu.

Sejumlah pencari ikan sapu-sapu dan pemulung barang bekas di Kali Ciliwung Manggarai dan Tebet Jakarta, Selasa (30/5) mengatakan, memanfaatkan kali karena masih memiliki potensi tangkapan ikan sapu-sapu dan barang-barang bekas yang cukup laku dipasaran.

Misran (45), warga RT 001/RW 012 Kel. Bukit Duri, Tebet Jakarta Selatan mengakui, menjala ikan sapu-sapu merupakan mata pencaharian yang ditekuni sejak 2005, karena ia bisa menghasilkan uang Rp50.000 sampai Rp70.000 per hari.

"Daripada kerja bangunan hanya Rp25.000 per hari, lebih baik menjala ikan sapu-sapu karena harganya di pasar Rp8.000 per kg," kata Misran yang mampu menjala ikan sapu-sapu rata-rata Rp10 kg per hari.

Misran bersama rekannya Wahyu, dan Dedek yang menggunakan pelampung dan jerigen tiap hari (mulai pukul 10: 00 sampai 15:00 WIB) mengarungi Kali Ciliwung Tebet dan Manggarai mencari ikan sapu-sapu.

Hasil tangkapan dijual ke pedagang pengumpul di Cikarang, Bekasi yakni ikan sapu-sapu yang masih utuh Rp6.000 per kg dan Rp8.000 per kg bagi ikan tanpa kepala atau sudah dibersihkan.

Ikan sapu-sapu itu, kata Wahyu digunakan untuk bahan baku makanan bakso dan siomai di Cikarang.

Mereka mengakui, Kali Ciliwung kini hanya berkembang biak ikan sapu-sapu, sedang lele dan ikan sepat langka ditemukan karena kali sudah tercemar limbah cair dan padat.

"Sulit pak menemukan ikan lele dan sepat di Kali Ciliwung ini, kalau pun ada itu hanya satu dan dua," kata Misran.

Dari penghasilan menjala ikan sapu-sapu itu, Misran, Wahyu, dan Dedek bisa menghidupi keluarga dan dan menyekolahkan anak.

Pemulung

Sementara itu, Mamat, salah seorang pemulung barang bekas di Kali Ciliwung Manggarai mengatakan, memungut barang bekas seperti plastik dan botol bekas minimun air mineral sebagai pekerjaan sampingan.

Mamat yang mengaku karyawan honor di Dinas Kebersihan Jakarta Selatan memulung barang bekas menggunakan rakit bambu mulai pukul 14:00 sampai 16:00 WIB.

Ia memperoleh tambahan pendapatan Rp100.000 sampai Rp150.000 per minggu dari hasil penjualan barang bekas, seperti botol minuman air mineral itu dijual seharga Rp2.000 per kgn dan plastik Rp1.000 per kg.

"Lumayan mas untuk tambahan, karena honor saya di bagian kebersihan Jakarta Selatan Rp750.000 per bulan tidak mencukupi memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Kali Ciliwung yang berhulu di Bogor dan bermuara di pantai Jakarta terlihat keruh dan banyak sampah, umumnya sampah rumah tangga dan limbah industri.

Kali yang membelah ibukota Jakarta ini memecah menjadi beberapa aliran antara lain di bagian timur ditemukan Kali Gunung Sahari dan Kali Sunter serta Kali Besar yang menampung air Kali Krukut di ujung barat. (*)

COPYRIGHT © 2006

Komentar Pembaca