Gorontalo (ANTARA News) - Warga Kota Gorontalo mulai mengantisipasi bencana banjir, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu dalam dua minggu terakhir.

Berdasarkan pantauan, warga mulai mengamankan barang-barang berharga dan furnitur rumah ke bagian rumah yang lebih tinggi.

"Kemungkinan air bisa naik pada malam hari, karena seluruh badan sungai sudah penuh saat ini. Kalau hujan turun sampai malam hari, biasanya rumah di kompleks ini banjir," kata Yahya Farjin, warga Kelurahan Moodu.

Menurut dia, wilayah tersebut termasuk langganan banjir setiap musim hujan tiba, namun belum ada langkah pencegahan yang efektif dari pemerintah.

Banjir juga mengancam wilayah lainnya seperti Kelurahan Heledulaa, Ipilo, Siendeng dan Biawu serta sejumlah ruas jalan yakni Jalan Diponegoro.

Antisipasi banjir juga dilakukan warga Kelurahan Ipilo, dengan memasang penghalang berupa kayu dan karung di setiap pintu masuk.

"Barang-barang kami pindahkan ke lantai dua dan semua kabel dan barang elektronik juga diamankan," kata Memy Ibrahim, warga lainnya.

Ia berharap pemerintah kota segera melakukan langkah antisipasi di setiap kelurahan yang rawan banjir dan bukan hanya turun di saat banjir sudah terjadi.

Berdasarkan pantauan, meski arus lalu lintas masih lancar, namun sejumlah ruas jalan utama di Jalan Nani Wartabone dan kompleks pertokoan Telaga mulai digenangi air setinggi 10 hingga 15 cm.
(D015/H013)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2012