Moskow (ANTARA News) - Rusia sedang membangun persenjataan misil antar benua baru, yang tampaknya bertujuan untuk mengingatkan Amerika Serikat mengenai kemampuan roket Moskow.

Kepala program roket Jenderal Segei Karakayev mengatakan bahwa beberapa uji coba peluncuran roket percontohan sudah dilakukan dengan hasil yang membuat Rusia berada di "jalan yang benar", tulis Kantor Berita Rusia RIA Novosti, lapor AFP.

Karakayev mengatakan bahwa uji coba terakhir dilakukan pada 24 Oktober lalu di lapangan tembak Kapustin Yar, sekitar Astrakhan bagian selatan Rusia.

Dia nampaknya ingin menghubungkan pengembangan rudal berbahan bakar padat itu dengan rencana Amerika Serikat yang kontroversial untuk menempatkan sistem pertahanan misil di Eropa Tengah yang telah lama membangkitkan amarah Moskow.

"Misil berbahan bakar padat ini memungkinkan kami untuk meralisasikan penciptaan rudal strategis berpresisi tinggi dengan hulu ledak non nuklir berjangkauan global," kata Karakayev sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Ria Novosti.

Dia mengatakan bahwa rudal dengan berat 100 ton yang baru itu akan dengan mudah mengatasi sistem pertahanan misil manapun.

Karakayev menambahkan, rudal tersebut juga efektif dalam menembus sistem pertahanan misil milik Amerika Serikat yang ditempatkan di luar angkasa.

Dia mengatakan misil baru itu akan menggantikan generasi rudal antar benua Rusia sebelumnya, yaitu Yars dan Topol-M. (G005/M014)