Senin, 22 Desember 2014

Endriartono Sutarto merapat ke Partai Nasdem

| 2.366 Views
id endriartono sutarto, calon presiden partai nasdem
Endriartono Sutarto merapat ke Partai Nasdem
Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Endriartono Sutarto, yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI 2012-2017. Ada tiga bekas perwira tinggi dan perwira tinggi aktif TNI yang masuk dalam daftar bursa calon presiden menurut LSI, yaitu Marsekal TNI (Purnawirawan) Djoko Suyanto, Jenderal TNI Pramono Wibowo, dan dia sendiri. Ada dua bersaudara yang masuk, yaitu Pramono dan kakaknya, Kristiani Yudhoyono, yang juga Ibu Negara. (FOTO ANTARA/Indrianto Eko Suwarso)
... saya memilih bergabung dengan Partai Nasdem... "
Surabaya (ANTARA News) - Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purnawirawan) Endriartono Sutarto, menegaskan diri telah merapat ke Partai Nasdem, pastai yang didirikan dan dibesarkan taipan media massa Surya Paloh.

Dia masuk dalam daftar 14 tokoh nasional yang "layak" menjadi alternatif presiden 2014-2019 versi LSI. 

"Banyak partai yang mendekat, tapi saya memilih bergabung dengan Partai Nasdem, karena partai lain mengecewakan masyarakat, sedang Nasdem mengusung perubahan," katanya, dalam diskusi publik di kampus Unair Surabaya, Selasa.

Di sela-sela diskusi publik "Capres 2014" yang diadakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Fisip Unair itu, ia menjelaskan dirinya bersyukur menjadi Capres Alternatif yang dipilih 223 opinion leader.

"Saya baru tahu menjadi capres alternatif versi LSI saat diajak ke sini (Unair), karena itu saya bersyukur, apalagi kalau pilihan pemuka pendapat (opinion leader) itu akhirnya bisa menjadi pilihan masyarakat," katanya.

Meski prajurit, dirinya tidak akan menggunakan pendekatan militer, karena dirinya sudah membuktikan pendekatan musyawarah yang dilakukan di Aceh akan lebih menguntungkan masyarakat.

Urutan dari 14 capres alternatif adalah Mahfud MD, Dahlan Iskan, Sri Mulyani Indrawati, Hidayat Nurwahid, Agus Martowardoyo, Djoko Suyanto, Gita Wiryawan, Chairul Tanjung, Endriartono Sutarto, Surya Paloh, Pramono Edhi Wibowo, Soekarwo, Puan Maharani, dan Ani Yudhoyono. (*)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga