Washington (ANTARA News) - Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Jumat menandatangani sebuah undang undang yang ditujukan untuk menangkal pengaruh Iran di kawasan Amerika Latin melalui strategi diplomasi dan politik.

Undang Undang "Western Hemisphere" yang ditujukan untuk menangkal pengaruh Iran itu, disahkan oleh DPR pada awal tahun ini. Aturan tersebut memungkinkan Kementerian Luar Negeri AS untuk mengembangkan strategi dalam kurun waktu 180 hari guna menghadapi aktivitas dan kehadiran Iran yang menyebabkan beberapa negara di wilayah Amerika Latin memusuhi AS.

Meskipun strategi itu bersifat rahasia dan hanya bisa diakses oleh para pembuat undang undang, namun perlu ada sebuah rangkuman kepada publik tentang bagaimana strategi itu akan diterapkan.

Teks dalam aturan tersebut juga menyerukan agar Kementerian Keamanan Domestik untuk meningkatkan pengintaian di wilayah perbatasan AS dengan Meksiko guna mencegah adanya operasi yang dilakukan Korp Pengawal Revolusioner Iran (IRGC), Tentara Quds, Hizbullah, atau organisasi teroris lain yang ingin masuk ke Amerika Serikat.

Sementara terkait negara-negara Amerika Latin, aturan tersebut mengisyaratkan adanya sebuah rencana aksi dari berbagai badan terkait untuk menjamin keamanan di negara-negara itu bersama dengan sebuah rencana menangkal terorisme dan radikalisme guna mengisolasi Iran dan sekutunya.

Washingon telah berulang kali menyatakan pihaknya terus memantau aktivitas Iran di Amerika Latin secara seksama, meskipun Kementerian Luar Negeri dan dinas intelijen mengindikasikan tidak ada ancaman atas aktifitas negara Islam itu di Amerika Selatan.

Iran yang tengah menghadapi sejumlah sanksi internasional karena program nuklirnya yang mencurigakan, telah membuka enam kedutaan besar baru di wilayah itu sejak 2005, sehingga jumlahnya menjadi 11 kedubes dan 17 pusat kebudayaan.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad juga sempat melakuan sejumlah kunjungan kenegaraan ke Amerika Latin, meskipun tahun ini hanya dua kali.

Teheran secara khusus memiliki kedekatan dengan Bolivia, Ekuador dan Venezuela, yang ditandai dengan meningkatnya investasi negara Timur Tengah itu di tiga negara tersebut, demikian AFP.

(P012/H-RN)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2012