Kamis, 31 Juli 2014

Satu tewas akibat kecelakaan di jalan Pati-Kudus

Minggu, 6 Januari 2013 19:36 WIB | 5.078 Views
Satu tewas akibat kecelakaan di jalan Pati-Kudus
Ilustrasi tabrakan. (ANTARA News/Handry Musa)
Pati (ANTARA News) - Kecelakaan lalu lintas di Jalan Pati-Kudus KM 6, di wilayah Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu pagi, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Mobil Toyota Rush bernomor polisi AB 1602 PH yang dikemudikan M Musajad (46) tertabrak truk gandeng ketika hendak masuk ke jalan raya setelah parkir di bahu jalan, menurut Kapolres Pati AKBP Bernard Sibarani melalui Kasat Lantas AKP M Irfan Hariat di Pati, Minggu.

Mobil yang dikendarai warga Dukuh Singosaren, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakata itu melaju kencang dari sisi kiri ke kanan jalan saat diinjak gasnya untuk keluar dari ban belakang.

"Diduga pengemudi menginjak pedal gas terlalu dalam, sehingga ketika mobil bisa naik ke badan jalan tidak (ia) dapat menguasai laju kendaraanya yang terlalu kencang," ujarnya.

Pada saat bersamaan, katanya, dari arah berlawanan muncul truk gandeng B 9671 ER bermuatan sepeda motor  yang dikemudikan Dwi Arifianto (36), warga Desa Wedomartani, Kecamatan Sleman, Yogyakarta.

"Kecelakaan akhirnya tak terhindarkan, meskipun pengemudi truk sempat banting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan karena jarak keduanya yang terlalu dekat," ujarnya.

Ia mengakui, kondisi jalan memang agak licin, setelah sempat diguyur hujan pada malam hari.

Akibat tabrakan yang terjadi sekitar pukul 09.30 WIB tersebut, penumpang mobil Toyota Rush Peni Siswati yang juga istri M. Musajad terpental dari dalam mobil.

Selanjutnya, sopir dan penumpang mobil Toyota Rush yang mengalami luka serius tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital.

Polisi dan warga sempat kesulitan mengevakuasi korban karena badan mobil rusak parah.

Juru bicara RS Keluarga Sehat Hospital Pati, Nuri Dharsanti, mengungkapkan, kedua korban masuk ke rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB, dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).

"Dokter sudah berupaya maksimal. Namun, korban bernama Peni tidak bisa diselamatkan akibat pendarahan pada otak," ujarnya.

Ia memperkirakan, korban meninggal sekitar pukul 13.15 WIB.

Sedangkan suami korban Musajad, katanya, masih mendapat perawatan intensif di ruang ICU karena mengalami pendarahan otak serta patah tulang paha dan kaki akibat tergencet bodi mobil.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga