Minggu, 31 Agustus 2014

Empat SMA Jakarta kampanyekan Gemas

Rabu, 9 Januari 2013 20:11 WIB | 13.295 Views
Empat SMA Jakarta kampanyekan Gemas
Majalah dinding karya siswa-siswa SMA Regina Pacis Jakarta yang mempromosikan gerakan mengelola sampah (Gemas) (Imam Santoso)
Jakarta (ANTARA News) - Empat Sekolah Menengah Atas di Jakarta mengkampanyekan gerakan mengelola sampah (Gemas) dan semangat pelestarian lingkungan melalui majalah dinding (mading).

"Konsep majalah dinding kami adalah gerakan recycle atau pendaur-ulangan sampah agar sampah tidak terbuang sia-sia," kata Chika Ervika siswi kelas X SMA Santo Bellarminus Jakarta, Rabu.

Chika dan tiga rekannya menampilkan artikel-artikel tentang bank sampah yang dikutip dari media massa di majalah dinding dengan bahan kertas daur ulang dan karton bekas.

"Proses pembuatannya lebih dari seminggu," kata Chika yang juga berencana mempromosikan gerakan mengelola sampah melalui blog.

Kampanye mading serupa juga dilakukan Ameliorasi Sulendra Putri dari SMA Negeri 12 Jakarta.

Amel menggunakan barang daur ulang seperti kertas, sedotan plastik, pelepah daun pisang, dan koran bekas di mading mereka yang berukuran 2 meter x 1,8 meter itu.

"Tulisan tentang pengumpulan botol plastik bekas sudah kami lakukan sejak Oktober lalu. Botol plastik itu kami jual untuk mendapat dana kegiatan pentas seni," kata Amelia.

Di SMA Regina Pacis Jakarta, Clairine Irawan dan rekannya menyusun majalah dinding Gemas bertema "Miredo" yang berarti sampah bukan barang akhir tapi barang awal bagi kehidupan.

"Kami juga melakukan kegiatan prolingkungan seperti membersihkan sekolah, menanam pohon pucuk merah, membuat biopori, dan membawa bibit tanaman ke sekolah," kata Clairine tentang hasil liputan Mading mereka.

Selama lebih dari sepekan, Clairine dan rekannya memanfaatkan botol plastik, karton, kardus bekas, dan ranting-ranting pohon untuk menyusun majalah dinding berukuran 2,5 x 1,7 meter.

Perwakilan OSIS SMA Budhaya II Santo Agustinus Jakarta turut mengkampanyekan Gemas melalui majalah dinding berukuran 2 x 1 meter di koridor sekolah mereka.

Di mading berbahan gelas plastik bekas, ranting pohon, dan bahkan sisa rautan pensil, perwakilan OSIS SMA Budhaya II mempromosikan gerakan pendaurulangan sampah dengan meminimalisir penggunaan bahan styrofoam.

(I026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca