Senin, 20 Oktober 2014

Proyek sudetan Ciliwung dianggarkan Rp500 miliar

| 2.654 Views
id menteri pu, sudetan ciliwung, jakarta banjir, banjir jakarta, banjir kiriman, jakarta lumpuh
Proyek sudetan Ciliwung dianggarkan Rp500 miliar
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)
harus sudah dimulai tahun ini dengan sumber dari APBN
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkirakan, alokasi anggaran untuk membangun sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) sekitar Rp500 miliar lebih dan ditargetkan selesai sebelum 2014.

"Rapat tadi pagi jam 08.00 WIB dengan Presiden RI anggarannya sekitar itu dan harus sudah dimulai tahun ini dengan sumber dari APBN," kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto kepada pers usai membuka Rapimnas Gapensi Tahun 2013, di Jakarta, Senin.

Djoko menjelaskan, program sudetan Sungai Ciliwung itu karena ternyata debit air yang mengalir KBT saat banjir Jakarta beberapa hari lalu, kapasitasnya masih di bawah kemampuan KBT, sementara untuk Kanal Banjir Barat sudah berlebih.

"Karenanya ada pemikiran bagaimana kalau beban Sungai Ciliwung juga dialihkan ke KBT," katanya.

Sudetan tersebut, kata Djoko, adalah salah satu dari sekian program yang sudah disiapkan pemerintah hingga 2017/2018 untuk mengatasi dampak banjir di Jakarta, mulai dari normalisasi 13 sungai hingga lainnya.

"Anggaran untuk sudetan ini, tentu juga harus dialokasikan lagi karena program lainnya sudah dan sedang akan berjalan," katanya.

Untuk itu, pihaknya, kini sedang menyiapkan tim guna menyusun detil disain dari sudetan tersebut.

"Dari paparan di depan Presiden RI kemarin, ada dua pilihan gorong-gorong di bawah jalan yakni dengan diameter 2,5 meter, berjejer empat atau empat meter berjejer dua," katanya.

Konsepnya, kata Djoko, sudetan itu nantinya sekitar satu meter di bawah jalan.

Tak Menjamin

Menteri PU Djoko Kirmanto sebelumnya, menyatakan, pemerintah tidak menjamin Jakarta akan bebas dari banjir hingga beberapa tahun mendatang.

Hal itu karena program normalisasi sejumlah sungai dan lainnya tuntas 2017-2018.

"Kendati program ini selesai pada 2017/2018, Jakarta tak dijamin bebas banjir," kata Djoko.

Apalagi, kata Djoko, tak ada satupun kota-kota besar di dunia yang mutlak bebas banjir, apalagi untuk Jakarta yang garis permukaannya di bawah air laut.

Namun, tegasnya, pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyusun serangkaain program, mulai dari normalisasi sejumlah sungai di Jakarta, hingga revitalisasi situ dan embung.

"Jadi, ada bagian pusat dan pemda DKI. Total anggaran hingga 2016 sekitar Rp6,9 triliun dengan sasaran mengurangi titik genangan sebanyak 67 titik dari total 78 titik," katanya.

Djoko memberikan contoh, untuk pekerjaan normalisasi dari 13 sungai yang ada, beberapa sungai tanggung jawab pusat adalah, Kali Angke, Kali Pasangrahan, Kali Krukut, Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat dan Kali Cakung.

Sedangkan, untuk kewenangan Pemda DKI Jakarta, antara lain, Kali Sekretaris, Kali Grogol, Kali Cideng, Kali Baru Timur.

Tidak hanya itu, kata Djoko, saat ini juga sedang dalam proses lelang dengan anggaran pinjaman Bank Dunia berupa Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

"Proyeknya antara lain untuk Cengkareng Drain, Sunter Hilir dan Muara Banjir Kanal Barat dengan total anggaran Rp1,4 triliun," katanya.
(E008)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga