Selasa, 29 Juli 2014

Film tentang Asange dan WikiLeaks mulai diproduksi

Kamis, 24 Januari 2013 15:45 WIB | 2.729 Views
Film tentang Asange dan WikiLeaks mulai diproduksi
Pendiri WikiLeaks Julian Assange memberikan keterangan di City University, London, Inggris, dalam foto arsip 1 Desember 2011. Dia mencari suaka ke Ekuador melalui kedutaan negara itu di London. (REUTERS/Luke MacGregor/Files)
Jakarta (ANTARA News) - Proses pembuatan film tentang Julian Assange dan laman WikiLeaks yang disutradarai oleh Bill Condon sudah dimulai dan dijadwalkan bisa tayang di bioskop Amerika Serikat (AS) bulan November 2013, kata studio film Hollywood, DreamWorks.

Condon mengatakan, film berjudul "The Fifth Estate" yang dibintangi oleh aktor Inggris Benedict Cumberbatch itu tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian kepada sang peretas dan pengaruhnya.

Film itu akan melacak masa awal pendirian WikiLeaks dari mata Assange dan mantan juru bicaranya, Daniel Domscheit-Berg (diperankan oleh Daniel Brühl), dan masa puncak saat penerbitan ribuan dokumen dan surel yang membahayakan pemerintah pada 2010.

"Mungkin butuh beberapa dekade untuk memahami seluruh dampak WikiLeaks dan bagaimana dia melakukan revolusi penyebaran informasi. Film in tidak akan menyoroti pandangan otoritas dan menghakimi," kata Condon dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

"Kami ingin mengeksplorasi kerumitan dan tantangan transparansi di era informasi dan, kami harap bisa meramaikan dan memperkaya pembahasan yang ada tentang WikiLeaks," tambah sutradara yang membuat film musikal "Dreamgirls" dan "The Twilight Saga: Breaking Dawn."

Cerita film ini dibuat berdasarkan buku Daniel Domscheit-Berg, mantan juru bicara Assange, yang berjudul "Inside WikiLeaks" dan "WikiLeaks: Inside Julian Assange's War on Secrecy" karya David Leigh dan Luke Harding.

Assange berada di Kedutaan Besar Ekuador di London selama tujuh bulan demi menghindari ekstradisi ke Swedia karena tuduhan pelecehan seksual.

Dia menyatakan takut ektradisi berujung pada pengiriman dirinya ke AS, yang geram karena WikiLeaks membocorkan ribuan kawat diplomasi dan militernya.

(nta)

Penerjemah: PR Wire

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga