Kamis, 28 Agustus 2014

BPPT sediakan pengolah air minum di Penjaringan

Jumat, 25 Januari 2013 13:29 WIB | 1.936 Views
BPPT sediakan pengolah air minum di Penjaringan
Warga korban banjir memanfaatkan air bersih yang disediakan Kementerian PU untuk mandi di jalan Pluit Raya, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/1). (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyediakan unit Pengolahan Air Kotor Menjadi Air Bersih dan Layak Minum untuk masyarakat korban banjir di kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

"Unit `mobile` ini sudah kami datangkan sejak pekan lalu, Minggu (20/1) dan akan terus beroperasi hingga banjir benar-benar surut dan masyarakat tak memerlukan lagi," kata Kepala Bidang Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Dr Rudi Nugroho di Jakarta, Jumat.

Unit pengolahan air minum tersebut menggunakan teknologi prefiltrasi untuk menyaring sampah yang kemudian disterilisasi lagi dengan membran ultrafiltrasi dengan pori-pori 0,01 mikron yang kemudian diproses lagi dengan desalinasi reverse osmosis (RO) dengan membran 0,0001mikron.

"Dengan fasilitas RO air yang dihasilkan dari air banjir selain bersih juga dijamin layak minum dimana total padatan terlarut dalam airnya hanya 8 ppm padahal air minum kemasan saja mengandung padatan 80 ppm," katanya.

Peralatan pengolahan air ini termasuk tangki dan gensetnya ditempatkan di atas mobil truk diesel yang mampu menerjang banjir hingga ketinggian 1 meter.

Pada hari pertama dan kedua, ujar Rudi, pihaknya hanya mengoperasikan truk unit pengolahan air banjir menjadi air bersih untuk mandi dan cuci ke RT 13 dan RT 16 RW 08 Penjaringan dengan kapasitas 2 meter kubik per jam, sedangkan untuk minum telah tersedia kardus-kardus minuman kemasan.

Namun pada hari ketiga dan seterusnya pihaknya menambah kapasitas hingga 5 m3 per jam dan menambah fasilitas RO sehingga air jadi layak minum, dan truk pun berpindah ke lokasi lain di depan SDN 03 Penjaringan dan di posko pengungsian di rumah susun Muara Baru dekat tempat pelelangan ikan.

Masyarakat sangat senang dan berbondong-bondong datang membawa galon dan ember, karena mereka telah berhari-hari tidak mandi dan mencuci, ujarnya, selain itu mereka juga bisa berhemat karena harga air minum melambung misalnya aqua galon dari Rp8.000 menjadi Rp50 ribu per galon, air isi ulang dari Rp2.500 jadi Rp10 ribu per galon dan air bersih untuk mandi Rp5.000 per jeriken.

"Hingga kini banjir masih menggenangi lokasi tersebut setinggi 80 cm," katanya sambil menambahkan dalam enam hari ini air bersih dan layak minum yang telah disalurkan BPPT ke masyarakat mencapai lebih dari 300 m3.
(D009)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga