Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) menyatakan keberadaan bank-bank asing di Indonesia tidak perlu disikapi berlebihan khususnya terkait dampak krisis yang melanda Amerika Serikat dan Eropa.

"Kedudukan bank asing itu punya dampak positif dan negatifnya, jadi jangan ditonjolkan negatifnya secara berlebihan," kata Gubernur BI Darmin Nasution di Kantor BI di Jakarta, Jumat.

Menurut Darmin, krisis di AS dan Eropa memang menimbulkan kekhawatiran akan memberikan dampak terhadap kondisi bank asing di tanah air.

"Memang itu dulu gambarannya, bank asing pasti sehat dan selamat. Ternyata setelah krisis kemarin, ada yang tidak selamat, ada yang tidak sehat," katanya.

Padahal, lanjutnya, jika terjadi apa-apa di kantor pusat bank asing dampaknya tidak begitu besar bagi mereka, namun bagi Indonesia dampaknya besar.

Darmin juga mengatakan, kedudukan bank asing di setiap negara memiliki perbedaan pengaturan.

"Ada negara yang mewajibkan buka bank asing harus berbadan hukum nasional, ada juga negara yang membolehkan pakai kantor cabang," katanya.

Dia menambahkan, saat ini pengaturan tentang kedudukan bank asing sendiri masih dalam proses pembahasan.

(C005)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2013