Waykanan, Lampung (ANTARA News) - Luas lahan tanaman sorgum di sejumlah wilayah di Indonesia pada 2014 akan diperluas hingga 10.000 hektare.

Hal itu disampaikan Bambang Subiyanto dari Pusat Inovasi LIPI, dan Fumihiko Sugiyama, dari Kimihiro Tanaka, Syswave Holdings Co Ltd di Grand Elty, Kalianda, Lampung Selatan, Sabtu, dalam seminar "Prospek Pengembangan Sorgum sebagai Bahan Baku Bioetanol dan Sirup".

Shorgum untuk tahun 2013 akan ditanam di sejumlah wilayah di Indonesia atas kerjasama pihaknya dengan Riset Perkebunan Nusantara (RPN) pada areal 1.000 ha. Demikian penjelasan Ketua II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Waykanan, Sumanto.

"Kedua pembicara itu menjelaskan, tahun 2014 akan ada rencana menanam sorgum di lahan seluas 10.000 ha, mitranya antara lain RPN, PT Samirana dan pemerintah daerah yang berkenan, dan selanjutnya di tahun 2015, penanaman benih shorgum bisa dilakukan di Indonesia.

Pada seminar yang merupakan salah satu sesi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Perhiptani Provinsi Lampung itu, Sugiyama menjelaskan, pihaknya telah melakukan uji coba tanam sorgum di Okinawa, Jepang seluas 20 ha, dan hasil biomasanya sama dengan 200 ton/ha/tahun.

Di Indonesia, tanaman shorgum telah diuji coba tanam, seperti di Cibinong, Lampung, Surabaya, Sulawesi dan Yogyakarta, dengan produksi 100 ton/ha/tahun. Hasil panen sorgum satu kali sebenarnya cukup memuaskan, dan di Indonesia, termasuk Lampung, mungkin dapat panen tiga kali.

Di Sidrap, Sulawesi, produksi sorgum dari 3,200 ha digunakan untuk pakan ternak, sirup dan tepung. Lalu di Kendari, Sulawesi, hasil sorgum dari 6,000 ha untuk pakan ternak dan sirup, selanjutnya di Wayngapu, Sumba, NTT, hasil sorgum dari 4,000 ha digunakan untuk pakan ternak, sirup dan tepung.

Adapun di Purwakarta, Jawa Barat dan Pasuruan, Jawa Timur, produksi sorgum dari kedua daerah itu, masing-masing 3.000 ha lahan, didayagunakan untuk sirup dan tepung.

(ANT)