Selasa, 25 November 2014

Arkeolog temukan tulang rangka manusia Zaman Batu

| 5.786 Views
id manusia zaman batu, rangka manusia kuno, temuan arkeologi, kubur manusia zaman batu
Jakarta (ANTARA News) - Para arkeolog menemukan 20 tulang rangka manusia Zaman Batu di daerah gurun Sahara di Libya.

Hasil penelitian dalam Journal of Anthropological Archaeology edisi Maret 2013 menyebutkan, tulang-tulang rangka berusia 8.000 sampai 4.200 tahun itu menunjukkan bahwa kuburan tersebut sudah digunakan selama ribuan tahun.

Menurut hasil studi yang dikutip laman LiveScience, 15 perempuan dan anak-anak dikubur di makam batu sementara lima pria dan remaja dikubur di bawah tumpukan batu pada periode selanjutnya, saat kawasan itu berubah jadi gurun.

"Ini pasti tempat kenangan. Orang-orang sepanjang masa menjaganya, dan mereka menguburkan warga mereka, lagi dan lagi, generasi ke generasi," kata salah satu penulis studi, Mary Anne Tafuri, arkeolog di University of Cambridge.

Tim peneliti menyimpulkan, tulang-tulang rangka itu telah terkubur selama empat milenium, kebanyakan terkubur dalam makam batu antara 7.300 dan 5.600 tahun silam.

Sementara rangka tulang pria dan remaja dikubur di bawah tumpukan batu sejak 4.500 tahun lalu, saat kawasan itu menjadi lebih kering.

Tafuri dan mitranya, yang melakukan penggalian di situs arkeologi itu tahun 2003 sampai 2006, juga menemukan gubuk, tulang binatang, dan pot dengan jejak fermentasi produk susu.

Sekitar 8.000 sampai 6.000 tahun lalu, daerah gurun Sahara yang juga disebut Wadi Takarkori, penuh dengan vegetasi semak dan bidang tanaman musiman.

Seni lukis batuan kuno menunjukkan gambar kumpulan hewan seperti sapi yang membutuhkan banyak air untuk makan dibandingkan dengan apa yang bisa didukung lingkungan sekarang, kata Tafuri.

Menurut dia, lukisan pada bebatuan juga mengonfirmasi peningkatan kekeringan pada periode selanjutnya, saat lukisan dinding gua mulai memuat gambar-gambar kambing, yang membutuhkan lebih sedikit air dibandingkan dengan sapi.



Penerjemah: Maryati

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga