Selasa, 21 Oktober 2014

Chris John waspadai pukulan "counter" Satoshi

| 3.190 Views
id Chris John, Petinju Chris John, Chris John latihan fisik, Satoshi Hosono
Chris John waspadai pukulan
ilustrasi Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo diapit dua petinju andalan Indonesia Chris John (kanan) dan Daud Jordan saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/3). (ANTARA/Dhoni Setiawan).
Saya akan berhati-hati pada ronde-ronde awal saat bertemu petinju Jepang tersebut untuk mengantisipasi pukulan `counter-nya`,"
Semarang (ANTARA News) - Pemegang gelar Super Champion kelas bulu WBA Chris John mewaspada pukulan "counter" petinju Jepang Satoshi Hosono saat keduanya bertemu pada pertarungan perebutan gelar di Senayan, Jakarta, 14 April 2013.

Pemegang rekor bertarung 48 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri ketika dihubungi dari Semarang, Minggu, mengaku akan menerapkan strategi dengan bertarung hati-hati pada ronde-ronde awal untuk mengantisipasi pukulan-pukulan "counter" lawannya.

"Saya akan berhati-hati pada ronde-ronde awal saat bertemu petinju Jepang tersebut untuk mengantisipasi pukulan `counter-nya`," kata petinju yang sudah hampir 10 tahun memegang gelar juara dunia kelas bulu setelah menang atas petinju Kolombia Oscar Leon melalui pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003 itu.

Ketika ditanya persiapan saat ini, petinju dengan julukan "The Dragon" tersebut mengatakan sudah 80 persen dan saat ini memfokuskan pada latihan dengan mitra latih tanding.

Petinju berasal dari Kabupaten Banjarnegara, Jateng, tersebut menyebutkan ada tiga petinju dari Sasana Herry`s Gym Perth, Australia, menjadi mitra tanding dirinya.

Mereka, kata suami mantan atlet wushu Jateng Anna Maria Megawati tersebut, Matt Garlet, Wille Kicket, dan Jacob.

"Mereka sebenarnya bukan petinju yang memiliki gaya bertarung sama dengan petinju Jepang," katanya.

Tetapi, katanya, mereka diminta pelatih Craig Christian untuk bertinju dengan gaya seperti petinju Jepang tersebut.

Chris John saat ini menjalani latihan di Sasana Herry`s Gym di Perth, Australia, untuk persiapan menghadapi pertarungan perebutan gelar ke-18 melawan petinju Jepang Satoshi "Bazooka" Hosono di Senayan, Jakarta, 14 April 2013.

Ia mengatakan berlatih di Negeri Kanguru itu sekitar satu bulan kemudian dilanjutkan latihan di Jakarta hingga menjelang pelaksanaan pertarungan mendatang.

"Satu pekan sebelum bertarung, saya sudah berada di Jakarta untuk persiapan menghadapi Satoshi," katanya.

Ketika ditanya gaya bertarung petinju Jepang Satoshi Hosono yang memiliki rekor bertarung 23 kali menang (17 di antaranya dengan KO) dan dua kali kalah tersebut, dia mengatakan, Satoshi memiliki gaya bertarung seorang "fighter".

"Lawan saya memiliki gaya bertarung `fighter` dan suka jual beli pukulan," kata petinju yang terakhir kali mempertahankan gelar saat menang angka atas petinju Thailand Chonlatarn Pririyapinyo di Singapura, 9 November 2012.

Pertarungan melawan Satoshi Hosono mendatang merupakan ke-18 kali bagi Chris John untuk mempertahankan gelar setelah merebutnya dari tangan petinju Kolombia Oscar Leon pada pertarungan ad-interim di Bali, 26 September 2003.

Dari 17 kali pertarungan perebutan gelar yang telah dijalani Chris John tersebut, lima di antaranya melalui pertarungan wajib atau "mandatory fight" yaitu melawan Jose Cheo Rojas (Venezuela), Juan Manuel Marquez (Meksiko), Derrick Gainner (Amerika Serikat), Roinet Caballero (Panama), dan Hiroyuki Enoki (Jepang).

Sebanyak 12 kali lainnya melalui pertarungan pilihan atau "choice" di antaranya dua kali melawan petinju Amerika Serikat Rocky Juarez karena pada pertarungan pertama berakhir dengan hasil seri, sedang kedua dimenangkan Chris John dengan angka.
(H015/M029)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga