Selasa, 23 Desember 2014

Satu skuadron F-16 TNI AU kawal Selat Malaka

| 16.845 Views
id f-16, pesawat teni au, jet tempur tni au, selat malaka
Satu skuadron F-16 TNI AU kawal Selat Malaka
Pesawat tempur generasi 3 TNI-AU, F-16 Fighting Falcon dari Skuadron Udara 3 merupakan pesawat tempur multi fungsi. Bisa untuk patroli dan supresi udara segala cuaca hingga serbuan udara-darat atau udara-laut hingga supremasi udara. (Penerangan Pangkalan Udara Utama TNI-AU Iswahyudi)
... satu skuadron pesawat tempur F-16 Blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir untuk mengawal Selat Malaka... "
Pekanbaru, Riau (ANTARA News) - Jika tidak ada aral melintang, satu skuadron pesawat tempur F-16 eks National Guard Air Force Amerika Serikat akan datang ke Indonesia dan ditempatkan di Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Mereka akan didedikasikan mengawal kedaulatan Indonesia di udara di sepanjang Selat Malaka yang sangat penting itu. 

"Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nuryadin bersiap menyambut satu skuadron pesawat tempur F-16 Blok 52 lengkap dengan persenjataan mutakhir untuk mengawal Selat Malaka," kata Kepala Penerangan dan Perpustakaan pangkalan itu, Mayor Filfadri, di sela acara pertemuan dengan wartawan Riau di Pekanbaru, Selasa.

Filfadri menjelaskan, mulai tahun ini F-16 Blok 52 itu mulai berdatangan hingga lengkap jumlah keseluruhannya, 24 unit.  Kedatangan sebanyak 24 pesawat F-16 itu bagian dari pembaharuan armada tempur yang sudah ada di pangkalan TNI AU itu, yakni Skuadron Udara 15 berintikan Hawk 100/200.

Secara terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Azman Yunus, menyatakan, "24 F-16 Blok 52 yang datang itu akan dibagi dua. 16 unit ditempatkan di Pekanbaru dan sisanya melengkapi Skuadron Udara 3 di Madiun," katanya.

TNI AU, katanya, tidak asing lagi dengan F-16 karena sudah lama mengawaki arsenal udara buatan General Dinamics, Amerika Serikat itu.

"Persenjataannya nanti standar-standar saja. Belum dilengkapi AESA," katanya. 

Selat Malaka dilalui lebih dari 64.000 kapal barang dari seluruh dunia. Mereka mengangkut berbagai komoditas, seperti bahan makanan dan pertambangan, bahkan untuk sepertiga perdagangan dunia. 

(KR-FZR)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga