Selasa, 29 Juli 2014

Usai ibadah Paskah, warga Ambon berwisata pantai

Minggu, 31 Maret 2013 11:28 WIB | 3.352 Views
Usai ibadah Paskah, warga Ambon berwisata pantai
Ilustrasi wisata pantai (FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Ambon (ANTARA News) - Sejumlah objek wisata pantai di Kota dan Pulau Ambon dimanfaatkan umat Kristiani sebagai lokasi untuk merayakan Paskah atau peristiwa kebangkitan Yesus Kristus.

Objek wisata di Ambon di antaranya wisata pantai Namalatu, Santai Beach di Desa Latuhalat, Pintu Kota, Kecamatan Nusaniwe, serta Pantai Natsepa dan Solpapei di Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, telah didatangi umat Kristiani untuk berkemah dan merayakan Paskah sejak Sabtu (30/3).

Lokasi pantai dipilih warga kristiani untuk beribadah, serta menggelar berbagai perlombaan, untuk menghilangklan rasa kantuk maupun meningkatkan persaudaraan dan kekeluargaan sejak malam hingga pagi hari.

Anak remaja dan dewasa memilih melakukan permainan menghias telur dan mencari telur paskah yang disimpan di pasir, pohon dan bebatuan di lokasi pantai.

Sementara itu warga lainnya baru mendatangi objek wisata pantai untuk berwisata bersama usai mengikuti ibadah perayaan Paskah di sektor pelayanan dan gereja.

Kehadiran umat Kristiani untuk merayakan paskah mendatangkan berkah bagi para penjaja kuliner yang berjualan di objek-objek wisata tersebut.

Kuliner yang dijajakan berupa rujak khas natsepa yang menjadi unggulan, es kelapa muda, serta jajanan lainnya.

Sementara itu, ibadah Paskah pertama di jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM), Kathedral dan Bethel di Kota Ambon berlangsung pukul 09.00 WIT dan jumlah umat yang datang beribadah relatif sedikit dibanding ibadah Minggu lainnya.

Sedikitnya warga Kristen yang datang beribadah diperkirakan karena kelelahan merayakan Paskah hingga dinihari dan memilih istirahat di rumah masing-masing.

Kendati demikian, jalannya ibadah Paskah pertama itu berjalan lancar dan hikmat.

Ibadah paskah di jemaat GPM Silo, pendeta H. Pesiwarissa adalam khotbahnya pada ibadah Paskah pertama, mengajak umat untuk meneladani sikap dan perilaku Yesus Kristus yang rela berkorban tanpa pamrih guna menebus dosa umat manusia.

Umat Kristiani, harus rela berkorban untuk membantu sesama umat lainnya, tanpa mengharapkan balas budi serta senantiasa membangun rasa persaudaraan dan kekeluargaan antar umat beragama.

"Kebangkitan Kristus bukti penyelamatan umat manusia, karena itu umat diharapkan mencipakan perdamaian dan kerukunan umat beragama di bumi Maluku," katanya.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga