Jakarta (ANTARA News) - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan wilayah udara bukan lagi teritorial kosong tanpa makna tetapi salah satu wilayah perebutan kepentingan politik, ekonomi maupun pertahanan global.

Panglima TNI menyampaikan hal itu dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada upacara peringatan Hari Jadi TNI AU ke-67 di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa.

Agus mengatakan, perkembangan kawasan laut China Selatan yang semakin memanas belakangan ini termasuk salah satu tantangan untuk terus dicermati, juga pelanggaran udara nasional oleh pihak-pihak yang punya kepentingan tertentu.

Oleh karena Panglima TNI meminta TNI AU terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi supaya bisa membangun interoperabilitas--kemampuan beragam sistem dan organisasi bekerja bersama-- seluruh unsur pertahanan udara.

"Dalam usia ke-67, TNI Angkatan Udara harus senantiasa meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI," katanya.

Profesionalisme dan dedikasi TNI AU, lanjut dia, harus terus ditumbuhkembangkan seiring peningkatan kualitas dan kuantitas alat utama sistem senjata.


Tim Aerobatik

Pada puncak hari jadinya, TNI AU menampilkan tim aerobatik Jupiter Aerobatic Team (JAT) dari Skadron Pendidikan 102 Lanud Adi Sutjipto dan Team Dynamic Pegasus (TDP) Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati Subang, Jawa Barat.

JAT akan menggunakan tujuh pesawat KT-1 Wong Bee buatan Korea yang diawaki oleh para Instruktur Penerbang. Mereka akan menari di udara dengan beberapa manuver seperti Jupiter Roll, LoopXClover Leap, Mirror, Tango to dan Jupiter Roll Back.

Sementara TDP menggunakan tujuh pesawat helikopter EC-120 Colibri untuk melakukan berbagai manuver seperti Pegasus cross, Head On, Water Fall, Pegasus Love Tactical, Huming Bird Kiss dan Sparkling.

Selain itu sekitar 200 penerjun free fall Korpaskhas yang berkualifikasi Para Lanjut Tempur (PLT) yang diterjunkan menggunakan tiga pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma.

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2013