Jumat, 1 Agustus 2014

Banjir Ngawi mulai surut

Rabu, 10 April 2013 14:48 WIB | 1.846 Views
Banjir Ngawi mulai surut
Warga melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Simo, Kec. Kwadungan, Ngawi, Jatim. (FOTO ANTAR/Siswowidodo) ()
Ngawi (ANTARA News) - Banjir akibat luapan Bengawan Solo dan Bengawan Madiun di sejumlah wilayah Ngawi, Jawa Timur, Rabu, terpantau mulai surut.

"Banjir telah surut sama sekali. Genangan air yang ada di jalan-jalan dan rumah juga sudah tidak ada. Hanya beberapa lahan sawah yang masih tergenang sedikit," ujar Kepala Pelaksana BPBD Ngawi, Eko Heru Cahyono, kepada wartawan.

Ia menyebutkan, seiring dengan surutnya banjir, ketinggian air di Bengawan Solo juga berangsur-angsur menurun. Jika sehari sebelumnya terpantau di papan pengukuran setinggi 9 meter lebih, kini sudah turun menjadi 7 meter.

"Meski banjir telah surut, warga di tepian Bengawan Solo dan Madiun diimbau tetap waspada jika hujan deras kembali melanda dalam waktu yang lama," kata dia.

Selain itu, meski banjir telah surut, pihak BPBD berencana memberikan bantuan kepada warga korban banjir hingga tiga hari ke depan. Adapun sejumlah bantuan yang diberikan di antaranya adalah makanan siap saji, mi instan, dan juga air bersih.

"Sejauh ini yang meminta pengiriman air bersih adalah korban banjir di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan. Kami siap mengirimkan air bersih kapan pun warga korban banjir membutuhkan," tegasnya.

Ia menambahkan, hingga kini BPBD Ngawi masih melakukan pendataan jumlah kerugian banjir secara total, jumlah rumah dan juga sawah yang terendam.

Data sementara di BPBD setempat mencatat, luas lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat banjir sesuai data PPL dari Dinas Pertanian Ngawi mencapai 1.351 hektare.

"Jumlah tersebut diperkirakan masih akan berubah karena proses pendataan masih berlangsung. Demikian juga dengan jumlah rumah yang terendam dan kerugian lainnya secara total," kata Heru.

Juga terdapat dua orang tewas akibat terseret derasnya arus Bengawan Solo dan anak sungainya. Kedua korban tewas tersebut adalah, Idarman (40) warga Kecamatan Gerih dan Dana (15) warga Kecamatan Kedunggalar.

Untuk mewaspadai banjir susulan, BPBD setempat telah menyediakan tenda darurat, perahu karet, dan bantuan darurat lainnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan oleh warga korban banjir.

Antisipasi lain untuk menghadapi bencana banjir, pihaknya terus berkoordinasi dan meminta informasi dari BPBD di wilayah lain seperti Ponorogo, Madiun, dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Hal ini sebagai langkah untuk terus mengetahui potensi banjir yang terjadi.

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga