Sabtu, 1 November 2014

Dahlan minta wanita hamil lepas sepeda santai

| 4.247 Views
id dahlan iskan, sepeda sehat
Dahlan minta wanita hamil lepas sepeda santai
Menteri BUMN Dahlan Iskan (ANTARA/Dodi)
Kalau ada ibu hamil yang mau melakukan start naik ke podium, akan diberi hadiah Rp2 juta"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri BUMN Dahlan Iskan menggelar sepeda santai dan jalan sehat yang diikuti oleh sekitar 5.000 orang perserta di halaman belakang Kantor Kementerian BUMN, Minggu pagi.

Namun ia tidak mau menjadi pengibas bendera dan bahkan sempat meminta wanita hamil untuk melakukannya.

Pada acara dengan tema, "Membangun Masyarakat Sehat dan Hijaukan Jakarta", Dahlan didampingi Menteri Pertanian Suswono.

Acara yang digelar Riset Pekebunan Nusantara tersebut juga didukung hampir seluruh PT Perkebunan Nusantara dan sejumlah BUMN lainnya.

Ada hal yang menarik dari acara gowes bersama tersebut, yaitu Dahlan sama sekali tidak didampingi oleh pejabat Kementerian BUMN maupun direksi perusahaan milik negara.

"Saya tidak perlu kasih kata sambutan, acara seperti ini sudah sering jadi tidak perlu lagi ada sambutan, karena menghabiskan waktu," ujar Dahlan saat berdiri di atas podium start.

Dahlan ternyata tidak ingin menjadi pengibas bendera start, pada acara yang mendapat rekor MURI tersebut.

Di depan garis start Dahlan lantas berteriak meminta jika ada perempuan hamil yang ingin melepas peserta sepeda sehat.

"Kalau ada ibu hamil yang mau melakukan start naik ke podium, akan diberi hadiah Rp2 juta," pekik Dahlan.

Tapi karena tidak ada perempuan hamil, akhirnya Dahlan mendaulat seorang wartawati Metro TV untuk mengibaskan bendera pertanda sepeda sehati dimulai.

Usai melepas peserta sepeda santai, Dahlan langsung menjadi rebutan untuk berfoto bersama.

Dahlan kali ini tidak ikut menempuh rute sepeda santai yang sudah ditetapkan panitia.

Ia hanya mencoba sepeda ontel yang dilukis batik, milik seorang peserta di sepanjang jalan Kebon Sirih.

Meskipun menaiki sepeda hanya sekitar 200 meter, aksi Dahlan tersebut pun kembali menjadi sorotan kamera para jurnalis.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga