Kupang (ANTARA News) - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Timur, Klemens Meba, mengatakan 30 persen naskah Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMA Luar Biasa yang digunakan siswa peserta di provinsi kepulauan itu adalah foto copy.

"Ini karena naskah UN yang disalurkan dari pusat tidak bisa memenuhi kebutuhan peserta UN di seluruh sekolah yang ada di daerah ini," kata Klemens, di Kupang, Jumat.

Bahkan, lanjut dia, khusus untuk Kota Kupang--adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur--justru mengalami kekurangan naskah dan harus menggunakan naskah foto copy sebanyak 50 persen.

Penggunaan naskah UN dengan foto copy tersebut, didasari oleh edaran yang dikeluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, bernomor : 3868/G/EP/2013 tanggal 17 April 2013, yang ditandatangani oleh Kepala Badan Khairil Anwar Notodiputro.

Dalam edaran itu, lanjut dia, disebutkan bahwa penggandaan naskah UN harus sesuai dengan kebutuhan setiap sekolah, dengan pola variasi soal agar setiap peserta ujian dalam satu ruangan akan mendapatkan soal yang berbeda.

Menurut Klemens, setiap siswa akan menggunakan lembar jawaban foto copy dan selanjutnya akan ditransfer hasil jawaban setiap siswa itu ke lembaran asli oleh tim pengawas independen yang melibatkan unsur perguruan tinggi dari Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) Kupang, selaku panitia pengawas independen pelaksanaan UN di Nusa Tenggara Timur.