Rabu, 1 Oktober 2014

Forum Rektor: urgensi UN perlu direnungkan lagi

Jumat, 19 April 2013 16:33 WIB | 2.617 Views
Forum Rektor: urgensi UN perlu direnungkan lagi
ILUSTRASI - Siswa menangis karena UN diundur. (ANTARA/Anis Efizudin)
Sekarang ini pendidikan kan sudah terdesentralisasi ke daerah"
Semarang (ANTARA News) - Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Laode M Kamaluddin berpendapat bahwa urgensi ujian nasional perlu direnungkan kembali seiring perkembangan zaman.

"Saya menilai UN memang solusi terbaik di era 1960, 1970, 1980, sampai 1990 ketika pendidikan tersentral ke pusat, namun sekarang pendidikan tidak lagi tersentral di pusat," katanya di Semarang, Jumat.

Apalagi, menurut Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu, hampir semua perguruan tinggi tidak menjadikan hasil UN sebagai faktor dominan dalam menjaring mahasiswa baru.

Kalangan perguruan tinggi, kata dia, sebatas melihat kelulusan peserta didik dari jenjang sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat sebagai salah satu acuan bisa diterima sebagai mahasiswa baru.

"Karena itu, bisa jadi (UN) `less important anymore` (kurang penting lagi). Saya rasa UN perlu direnungkan kembali. Sekarang ini pendidikan kan sudah terdesentralisasi ke daerah," katanya.

Kalau pun UN tetap digelar, kata dia, sebaiknya pelaksanaannya cukup diserahkan dan dikelola tingkat regional, bukan lagi pusat agar mata rantainya tidak terlalu panjang, terutama distribusi soalnya.

Menanggapi adanya penundaan UN di 11 provinsi pada tahun ini, ia mengatakan permasalahan itu sebenarnya tidak perlu terjadi jika UN dikelola tingkat regional, seperti pencetakan soal dan distribusi.

Pelaksanaan UN jenjang SMA dan sederajat di 11 provinsi, terutama di wilayah Indonesia bagian tengah, terpaksa ditunda akibat kendala teknis keterlambatan distribusi soal ujian ke daerah-daerah itu.

Pelaksanaan UN di 11 provinsi ditunda, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, NTT, NTB, dan Gorontalo.

"Mekanisme UN SD kan sudah seperti itu, diserahkan ke tingkat regional, SMP sebaiknya juga dibuat seperti itu. Kalau masalah bocor, itu kan persoalan mental. Manajemennya harus diperbaiki," katanya.

Berbagai permasalahan dalam UN itu, kata Laode, akan menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan Forum Rektor Indonesia yang rencananya dilangsungkan pada 11 Mei 2013 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2013

Komentar Pembaca
Baca Juga